KabarBaik.co – Sebagai bentuk akuntabilitas publik dan tanggung jawab moral kepada konstituen, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember resmi menyampaikan laporan kinerja kepada masyarakat.
Laporan ini menyoroti sejumlah isu krusial mulai dari pengentasan kemiskinan, perlindungan petani, hingga langkah nyata penanganan stunting di Jember.
“Amanah yang kami emban sejatinya berasal dari rakyat, maka kepada rakyat juga kami harus mempertanggungjawabkannya,” kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember, Edi Cahyo Purnomo, Jumat (2/1).
Menanggapi data BPS 2025 yang menempatkan angka kemiskinan Jember di angka 8,67 persen (sekitar 216 ribu jiwa), Fraksi PDI Perjuangan menekankan dua strategi utama, yakni meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluaranmasyarakat.
Pria yang akrab disapa Ipung itu juga menyampaikan, Fraksi PDIP juga menyoroti angka prevalensi stunting yang masih mencapai 30,3 persen di Jember.
“Fraksi PDI Perjuangan melakukan langkah konkret yang melampaui retorika. Setiap anggota Fraksi menjalankan program bantuan protein secara rutin. Melalui kerja sama dengan toko kelontong lokal, setiap keluarga terdampak mendapatkan bantuan senilai Rp 150.000 per bulan dalam bentuk telur yang diambil setiap 5-7 hari sekali,” jelas Ipung.
“Penanganan stunting tidak boleh hanya seremonial. Kami ingin memastikan suplai protein sampai ke meja makan keluarga yang membutuhkan secara rutin,” tegas laporan tersebut.
Ia menambahkan, Fraksi juga melakukan pengawalan terhadap ribuan tenaga Non-ASN.
“Jadi melalui dorongan politik di parlemen, ribuan tenaga honorer di Jember kini telah resmi diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, menghindarkan mereka dari ancaman pemutusan hubungan kerja,” katanya,
Fraksi PDI Perjuangan Jember menegaskan bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi wajib menghadirkan keadilan sosial.
“Kami menyadari persoalan rakyat tidak bisa selesai dalam semalam. Namun, kami berjanji akan terus hadir, mendengar, dan setia berjuang bersama rakyat Jember,” pungkas Ipung. (*)







