Santri di Lapangan Badminton: Jejak Bakat Zaki Ubaidillah dari Madura untuk Dunia

oleh -119 Dilihat
IMG 20260428 143701

KabarBaik.co, Denmark – Di tengah riuh sorak-sorai penonton di Forum Horsens, Denmark, seorang pemuda berdiri tegak dengan wajah yang hampir tanpa ekspresi. Saat papan skor menunjukkan poin kritis di partai penentu Thomas Cup 2026, ia tidak meledak dalam teriakan. Tidak pula terlihat goyah dalam kecemasan.

Anak muda itu adalah Mohamad Zaki Ubaidillah. Akrab disapa Ubed, sosok “santri” dari tanah Madura, yang kini menjadi salah satu simbol baru kebangkitan tunggal putra Indonesia.

Lahir di Sampang pada 26 Juni 2007, Ubed membawa profil yang unik ke Pelatnas Cipayung. Ia boleh dikata anomali di tengah dominasi atlet dari kota-kota besar di Jawa. Sebagai satu-satunya pebulutangkis nasional asal Madura saat ini, Ubed membawa filosofi “ngeyel” dan kerja keras khas Pulau Garam yang dipadukan dengan kesantunan layaknya seorang santri.

Bakat besar Ubed yang diasah oleh sang ayah, Bambang Suharyadi, mulai terlihat nyata saat hijrah ke Kudus. Sejak itu, lemari pialanya tak pernah berhenti terisi. Berikut deretan prestasi yang membuktikan kelasnya:

· Juara Pembangunan Jaya Raya Junior International Grand Prix 2023 – Podium tertinggi di level internasional junior yang membuatnya mulai dipantau pemandu bakat dunia.

Medali Emas Tunggal Putra Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2025 – Gelar individu yang menegaskan dominasinya di kancah Asia

Juara Singapore International Challenge 2025 – Gelar perdana di level senior yang menjadi batu loncatan menuju papan atas dunia.

Juara Thailand Masters 2026 – Kemenangan ini membawanya menembus peringkat 38 dunia pada Februari 2026.

Kontribusi Penting di Thomas Cup 2026 – Diturunkan sebagai tunggal ketiga (MS3) di partai hidup-mati melawan Thailand, Ubed memenangkan pertandingan dengan skor telak 21-11, 21-12, memastikan Indonesia lolos ke perempat final..

Thailand master 300🥇Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung saya teruta

Perlu diketahui, perjalanan Ubed menuju Pelatnas Cipayung tidaklah instan. Ia tidak menjadi juara Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2024—justru kalah di babak perempat final. Namun berkat akumulasi prestasi impresif sepanjang tahun, termasuk di ajang Suhandinata Cup 2024, ia akhirnya dipanggil masuk Pelatnas Utama pada Desember 2024. Kisahnya mengajarkan bahwa konsistensi dan kerja keras dapat membuka jalan meski tidak selalu melalui jalur terpendek.

Dunia mulai benar-benar menoleh saat Indonesia menghadapi Thailand di fase grup. Beban sebagai tunggal ketiga di partai hidup-mati tidak menggoyahkan mental pemuda 19 tahun ini. Baginya, itu hanya panggung lain untuk menunjukkan “dinginnya” tangan Madura. Kemenangannya membuktikan bahwa badminton IQ yang dimiliki mampu merusak skenario pemain-pemain senior.

Kini, saat Indonesia bersiap menghadapi Prancis untuk memperebutkan status juara grup, sosok Ubed kembali menjadi tumpuan. Lelaki yang baru menginjak usia 19 tahun itu adalah perpaduan menarik antara disiplin atlet modern dan nilai-nilai luhur tradisional. Ia tetap rendah hati, tetap religius, dan tetap menjadi kebanggaan Sampang yang kini siap mengguncang dunia dengan setiap ayunan raketnya.

Sejauh apa pun dia melangkah ke Eropa, hatinya tetaplah seorang anak daerah yang berbakti. Ubed adalah bukti bahwa doa dari langgar kecil di Madura bisa menembus hingga ke podium tertinggi dunia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.