KabarBaik.co – Sapi milik Eko Setiawan, warga Desa Jatigreges, Pace, Nganjuk, tercebur sumur pada Selasa (13/1) sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah melalui proses evakuasi yang memakan waktu lama, sapi berhasil dikeluarkan dalam keadaan hidup pada pukul 06.00 hari ini.
Kejadian pertama kali diketahui oleh pemilik sapi, yang kemudian meminta bantuan tetangga. Namun karena menghadapi kesulitan dalam proses evakuasi, akhirnya pihak keluarga meminta bantuan resmi ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk.
Kepala Dinas Damkarmat Nganjuk Imam Ashari menjelaskan pihaknya menerima laporan pada pukul 00.00 dan langsung mengirimkan anggota dari Pos Damkar Pace serta Markas Besar.
“Setelah melakukan asesmen di lokasi, kami menemukan bahwa sumur cukup dalam dan alat derek yang kami miliki tidak mampu mengangkat hewan besar seperti sapi,” ujarnya, Rabu (14/1).
Akibat keterbatasan alat, petugas akhirnya meminjam tiga unit derek dari warga pengusaha sound system setempat. Dengan kerja sama antara petugas Damkar dan warga, proses evakuasi yang berlangsung selama 6 jam berhasil menyelamatkan sapi tersebut.
Imam Ashari menambahkan bahwa kendala utama dalam evakuasi adalah ketidakmampuan alat untuk menangani hewan besar, sehingga kerja sama dengan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penyelamatan kali ini.
Sementara itu, menurut Aprilia Sasmitra, anak dari pemilik sapi, awalnya sapi terlepas dari tali pengikatnya, keluar dari kandang melalui samping rumah, dan terperosok ke sumur yang sudah tak terpakai tersebut.
“Sumur sebenarnya sudah ditutup dengan pelat asbes, namun saat sapi menginjaknya, pelat tersebut jebol sehingga menyebabkan sapi terjatuh ke dalam,” ungkapnya. (*)







