KabarBaik.co, Mataram – Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas TP PKS) Universitas Mataram (Unram) Joko Jumadi, menegaskan bahwa pihak kampus memberikan perhatian serius terhadap beredarnya video asusila berdurasi 13 menit 17 detik yang diduga melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Joko menyampaikan, Satgas TP PKS Unram telah melakukan penelusuran awal untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar luas di media sosial. Penelusuran tersebut dilakukan secara cermat dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
“Hasil penelusuran kami memastikan bahwa pemeran dalam video asusila yang beredar di masyarakat tersebut bukan mahasiswa KKN Universitas Mataram,” tegas Joko, KabarBaik.co, Selasa (10/2)
Ia menjelaskan, berdasarkan penelusuran tim Satgas TP PKS Unram, video yang dimaksud diketahui telah beredar sejak 25 September 2005 dan lokasi kejadian bukan berada di wilayah Lombok Timur, sebagaimana isu yang berkembang.
Baca Juga: Beredar Video Asusila 13 Menit Diduga Mahasiswa KKN di Lombok Timur
Joko juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengonfirmasi langsung kepada kepala desa setempat. Kepala desa membenarkan adanya mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di desa tersebut, namun tidak mengetahui menahu terkait video asusila yang beredar.
“Kepala desa memang sempat ditanya oleh seseorang terkait foto mahasiswa KKN yang ditunjukkan kepadanya. Foto tersebut dibenarkan sebagai mahasiswa yang sedang KKN di desa itu. Namun, setelah dicocokkan, orang dalam foto tersebut tidak sama dengan pemeran dalam video yang beredar,” jelas Joko.
Lebih lanjut, Joko menyatakan bahwa Unram telah berkoordinasi serta menyampaikan klarifikasi kepada Direktorat Siber Polda NTB dan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) terkait kasus tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dan memberikan klarifikasi kepada Direktorat Siber Polda NTB dan Direktorat PPA agar informasi yang beredar tidak simpang siur,” ujarnya.
Joko berharap persoalan ini tidak terus dikaitkan dengan Unram, mengingat hasil penelusuran telah memastikan tidak adanya keterlibatan mahasiswa KKN Unram dalam video tersebut.
Ia juga menyebutkan hingga kini belum ada pernyataan resmi dari aparat kepolisian terkait apakah kasus tersebut akan dilanjutkan atau dihentikan. Namun menurutnya yang mungkin dilanjutkan diarahkan pada pihak yang menyebarkan video asusila tersebut.(*)






