KabarBaik.co, Bojonegoro – Menjelang puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya. Dari hasil pemetaan tersebut, beberapa lokasi rawan kecelakaan didominasi oleh kondisi infrastruktur jalan yang kurang baik.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Bojonegoro, Septian, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan di sejumlah jalur utama, khususnya di sepanjang jalur nasional yang melintasi Kabupaten Bojonegoro.
“Beberapa titik rawan berada di perbatasan wilayah antara Kabupaten Bojonegoro dengan Lamongan, serta di wilayah Kecamatan Kalitidu,” ujar Septian, Senin (9/3).
Ia merinci, titik rawan kecelakaan di wilayah timur berada di jalur Bojonegoro–Babat, tepatnya di Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, serta di wilayah Kecamatan Sumberrejo. Sementara di wilayah barat, titik rawan berada di jalur Bojonegoro–Cepu, tepatnya di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.
Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, Satlantas Polres Bojonegoro akan memasang sejumlah papan peringatan di sepanjang titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan. “Kami akan memasang beberapa papan peringatan di sepanjang titik rawan kecelakaan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan para pengendara,” tambahnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau kepada para pengendara, khususnya calon pemudik, agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan serta menjaga kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh. Dengan melakukan pengecekan kendaraan dan kondisi fisik sebelum mudik, diharapkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan.
“Pengendara kami imbau untuk tetap berhati-hati di jalan, tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, serta mematuhi aturan dan batas kecepatan. Jika merasa lelah, silakan beristirahat di Pos Pelayanan (Pos Yan) maupun Pos Pengamanan (Pos Pam) Mudik Lebaran 2026 yang telah disediakan,” pungkas Septian. (*)






