KabarBaik.co – Kebakaran melanda SDN Jajar Tunggal 1, Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, Surabaya, pada Kamis (12/9). Diduga kebakaran bermula dari pembakaran alang-alang di lahan kosong yang berada di dekat sekolah. Api dengan cepat merambat ke bangunan sekolah dan menghanguskan dua ruang kelas serta satu gudang yang berada di lantai dua.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh seorang petugas keamanan dari PT Petrokimia yang melihat api mulai membesar sekitar pukul 17.14 WIB.
Petugas pemadam kebakaran dari Rayon 4 Wiyung langsung bergegas menuju lokasi setelah menerima laporan. Unit tempur tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pada pukul 17.18 WIB dan langsung melakukan pemadaman.
Sebanyak lima unit mobil pemadam dikerahkan untuk mengatasi kobaran api. Dua unit dari Rayon 4 Wiyung, satu unit dari Poskotis Joyoboyo, satu unit dari Pos Jambangan, dan satu unit dari Pos Pakis TVRI turut membantu dalam proses pemadaman.
Berkat koordinasi yang cepat, api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 17.31 WIB, dan proses pembasahan selesai pada 18.28 WIB.
Wasis Sutikno, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengungkapkan bahwa total area sekolah yang terdampak mencapai ± 710 meter persegi.
“Dua ruang kelas berukuran masing-masing ± 6 x 6 meter dan gudang berukuran ± 10 x 2 meter ludes terbakar,” jelasnya.
Selain bangunan sekolah, lahan kosong seluas ± 20 x 25 meter juga ikut terbakar. Penyebab kebakaran dipastikan berasal dari pembakaran alang-alang di sekitar area tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya menggunakan sumber air dari hydrant milik PT Petrokimia untuk memadamkan api. Penanganan kebakaran juga dibantu oleh BPBD Kota Surabaya, Satpol PP Kecamatan Wiyung, serta Posko Terpadu Dukuh Pakis dan PMI Kota Surabaya.
Saat ini, pihak sekolah sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya terkait langkah-langkah perbaikan bangunan yang terdampak.
Selain itu, pihak berwenang sedang menyelidiki lebih lanjut apakah ada unsur kelalaian dalam pembakaran alang-alang yang memicu insiden tersebut. (*)