Sebut Perang Dagang Akan Mengguncang Perekonomian, Ini Pandangan Utuh Ketua Apindo Kota Batu Soal Kondisi Ekonomi Saat Ini

oleh -287 Dilihat
WhatsApp Image 2025 04 13 at 10.36.59
Ketua DPK APINDO Kota Batu, Suryo Widodo. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batu, Suryo Widodo, menyatakan bahwa melemahnya daya beli masyarakat akan berpengaruh pada dunia usaha. Perang dagang akan mengguncang krisis perekonomian baru ketika tidak segera dilakukan langkah strategis.

“Dengan daya beli masyarakat masih melemah dunia usaha terguncang, terutama sektor pariwisata dan rekreasi. Makanya harus segera mengambil langkah cepat dan strategis,” kata Suryo di Senyum World Hotel, Kota Batu, Minggu (13/4).

Suryo menjelaskan langkah yang perlu diambil adalah waktu yang paling tepat untuk menguatkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum (APH), dan pelaku usaha. Dengan begitu, semua pihak mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global dan nasional.

“Sinergi antara pemerintah, APH, dan pengusaha ini perlu diperkuat lagi. Seperti halnya isu efisiensi yang kerap dikaitkan dengan pemutusan hubungan kerja. Langkah efisiensi yang dilakukan Jawa Timur Park (JTP) Group tidak mencakup pengurangan karyawan,” jelas Suryo.

Suryo menyebutkan, kali ini fokus utamanya adalah pembenahan internal dan penghematan biaya operasional tanpa melanggar aturan pusat maupun Undang-undang Dasar (UUD). Bahkan, atas kondisi seperti ini, karyawan Jatim Park juga belum ada pengurangan.

“Kita melakukan efisiensi di internal dulu. Semua pihak harus berpikir sesuai bidangnya. Sekarang ini yang paling logis adalah mengurangi pengeluaran dan menaikkan pendapatan,” ungkapnya.

Direktur Jatim Park Grup ini berujar, untuk berwisata sebenarnya harga tiket di tempat wisata di bawah naungan Jatim Park Grup bisa saja diturunkan sebagai respons atas situasi ini.

Suryo menyatakan, langkah itu akan dibarengi dengan permintaan kepada pemerintah daerah untuk menyesuaikan kebijakan pajak sementara. Seperti penurunan tarif pajak hotel dan rekreasi secara temporer.

“Pelaku usaha tidak bisa jalan Sendiri, contoh bagaimana daerah lain seperti Jawa Barat telah melakukan inovasi kebijakan demi mendongkrak pendapatan dan minat masyarakat. Misalnya, pembebasan pajak kendaraan bermotor untuk satu tahun dengan tujuan memindahkan basis kendaraan ke wilayah tersebut,” jelas Suryo.

Suryo menyatakan, faktanya saat ini banyak daerah wisata di Indonesia saling bersaing dengan memberikan insentif dan layanan menarik. “Hal ini menyebabkan destinasi lama, termasuk di Kota Batu dan Malang, perlu melakukan penyesuaian harga dan strategi promosi agar tidak tertinggal. Sekarang Jogja makin banyak tempat rekreasi, Blitar, Banyuwangi juga. Kalau kita pasang tarif tinggi otomatis orang pindah. Kita harus fleksibel. Kalau perlu, ikuti “gilanya” pasar,” tegasnya.

Menurut Suryo, realita lapangan menunjukkan bahwa jumlah pengunjung menurun dan daya beli masyarakat melemah. “Volume lalu lintas lengang dan jumlah pengunjung ke tempat rekreasi turun drastis. Situasi ini belum normal, bahkan bisa dibilang jauh dari normal. Pengunjung turun, banyak daerah lain yang beri insentif. Kalau kita tetap ngotot, ya makin susah,” ujarnya.

Meski begitu dia optimistis perekonomian di Kota Batu tetap membaik di tengah gelombang efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah dan naiknya tarif untuk barang impor.

“Di tengah gelombang efisiensi dan naiknya tarif untuk barang impor tentunya berdampak pada perekonomian di Indonesia, tak terkecuali di Kota Batu. Namun kami optimis perekonomian akan membaik jika pemerintah, DPRD, APH hingga pelaku usaha duduk bersama dalam menentukan kebijakan mengatasi masalah saat ini,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.