Sedih! Anak SD di NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena

oleh -786 Dilihat
Surat untuk ibu yang ditinggalkan korban (istimewa)

KabarBaik.co, NTT – Seorang siswa SD berusia 10 tahun di Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban mengakhiri hidupnya karena kecewa ibunya tak mampu membelikannya buku dan pena seharga Rp 10.000.

Sebelum bunuh diri, korban meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, MGT, 47. Surat itu ditulis korban dalam Bahasa Bajawa.

Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:

“Surat buat Mama ****
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama”.

Korban diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan.

Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia. Sebelum bunuh diri, korban sempat tinggal sehari bersama ibunya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan rasa keprihatinannya terhadap insiden tragis tersebut. Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, menegaskan insiden yang dialami anak tersebut menjadi perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Sosial.

“Kami prihatin, turut berduka. Tentu, ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, tentu bersama pemerintah daerah. Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita. Ya kita harapkan tidak ada (keluarga miskin dan miskin ekstrem) yang tidak terdata,” kata Gus Ipul menjawab pertanyaan ANTARA saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).

Ia menekankan pentingnya membangun basis data Kementerian Sosial agar menjangkau seluruh keluarga di Indonesia, termasuk keluarga-keluarga yang berada di kategori miskin ekstrem (desil-1), dan kategori miskin (desil-2).

“Ini hal yang sangat penting. Saya kira kembali kepada data. Bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan,” ujar Gus Ipul.

“(Insiden) Ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama,” tandas Gus Ipul. (ANTARA)

Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.