Sedih Lihat Kali Tebu Penuh Sampah, Mahasiswa dan Pemuda Suroboyo Turun Langsung Ekskavasi

oleh -194 Dilihat
IMG 20260511 WA0102

KabarBaik.co, Surabaya — Ribuan kantong plastik, popok, styrofoam, dan limbah rumah tangga berhasil diangkat dari Kali Tebu hanya dalam waktu sehari. Aksi ekskavasi yang digelar Komunitas Pemuda Kali Tebu (Pekat) bersama Ecoton dan puluhan mahasiswa ini langsung mendapat sambutan hangat Pemerintah Kota Surabaya, yang siap berjanji menjadikan sungai ini bersih secara permanen.

Aksi bersih-bersih dimulai sehari setelah pemasangan alat penjaring sampah permanen “Barakuda” pada Minggu (10/5). Senin (11/5) pagi, tim Pekat bersama mahasiswa Ilmu Kelautan UINSA, Jurusan Biologi Unesa, dan relawan Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton) melakukan penirisan dan pengangkatan sampah yang terjaring di wilayah Platuk Donomulyo Utara, Kelurahan Sidotopo Wetan.

Muhammad Isomudin, Ketua Pekat, mengungkapkan semangat warga Surabaya Utara untuk mengubah nasib Kali Tebu. “Sebagai warga Suroboyo, kami terpanggil mewujudkan sungai-sungai di Surabaya bebas sampah plastik. Kami ingin Kali Tebu Moncer — bersih, indah, dan menjadi sarana wisata,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, M. Fikser, turun langsung meninjau proses evakuasi. Kehadirannya menandakan pengakuan pemerintah bahwa masalah sampah di sungai sudah menjadi isu struktural yang tidak bisa hanya mengandalkan gerakan komunitas semata.

“Pekerjaan Ecoton dan Pekat tentu ada batas waktunya. Yang terpenting adalah bagaimana kita menindaklanjuti gerakan ini menjadi kebijakan dan kerja jangka panjang,” tegas Fikser.

Pemerintah Kota Surabaya berencana memasang penahan sampah di setiap RW yang dilintasi Kali Tebu agar pengendalian lebih mudah dilakukan sejak hulu. Selain itu, sedang disiapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) khusus pengelolaan dan perlindungan Kali Tebu sebagai payung hukum pengendalian pencemaran.

Temuan di lapangan cukup memprihatinkan. Sampah yang terjaring didominasi plastik sekali pakai dan limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan dari permukiman padat di sekitar aliran sungai. Kali Tebu bahkan sudah tercemar mikroplastik.
Ladya Dwi Kurnia Putri, mahasiswa Biologi Unesa, tak bisa menyembunyikan keprihatinannya.

“Sangat sedih dan prihatin melihat kondisi sampah plastik di Kali Tebu. Masyarakat harus lebih menghargai sungai dan tidak lagi menjadikannya tempat sampah,” ajaknya.

Senada dengan itu, Muhammad Rofiul Ihsan, mahasiswa Biologi Unesa lainnya, menekankan pentingnya fasilitas dasar.
“Pemerintah harus menyediakan sarana tempat sampah yang memadai di sepanjang aliran sungai,” katanya.

Manager Program MOZAIK, Amiruddin Muttaqin, menjelaskan bahwa Barakuda dipasang secara permanen dan akan dilakukan penirisan rutin setiap dua hari sekali. Setelah itu, tim akan melakukan brand audit di TPS3R Kedung Cowek untuk mengidentifikasi pelaku pencemaran.

Dengan kolaborasi antara pemuda, mahasiswa, komunitas, dan pemerintah, harapan Kali Tebu kembali moncer — bersih, sehat, dan bermanfaat bagi warga — kini semakin dekat. Aksi nyata ini bukan sekadar bersih-bersih, melainkan panggilan kolektif untuk mengubah perilaku dan kebijakan menuju sungai yang benar-benar hidup. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.