KabarBaik.co, Bojonegoro – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bojonegoro hingga kini masih memanfaatkan bangunan pinjam pakai milik Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) yang berada di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Pemerintah kabupaten (pemkab) pun tengah menyiapkan langkah strategis dengan mengusulkan pembangunan gedung permanen di Desa Beji, Kecamatan Kedewan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. Menurutnya, usulan tersebut masih dalam tahap proses di Kementerian Sosial (Kemensos). “Masih proses. Saat ini kan masih pinjam pakai, rencananya akan dibangunkan permanen. Usulan sudah kami ajukan ke Kemensos,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Antok itu menjelaskan, lahan yang tersedia di Desa Beji saat ini mencapai sekitar 5,4 hektare. Sementara, berdasarkan standar nasional Kemensos, pembangunan Sekolah Rakyat membutuhkan lahan seluas 7,4 hektare. Artinya masih terdapat kekurangan lahan sekitar dua hingga tiga hektare yang harus dipenuhi agar pembangunan dapat sesuai dengan ketentuan.
Antok menambahkan, jika pembangunan gedung permanen berhasil direalisasikan dan memenuhi standar nasional, maka Sekolah Rakyat di Bojonegoro tidak hanya terbatas pada jenjang sekolah menengah atas (SMA), tetapi juga akan membuka jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
“Saat ini masih tahap rintisan, dengan 100 siswa di jenjang SMA. Kalau sudah sesuai standar nasional, nanti bisa dibuka juga untuk SD dan SMP,” jelasnya. Pemkab Bojonegoro, lanjut Antok, terus berupaya memenuhi kebutuhan lahan agar program Sekolah Rakyat dapat berkembang optimal dan memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. (*)






