KabarBaik.co, Nganjuk – Masih banyak sopir truk nakal yang melajukan truk materialnya berjalan masuk melewati kota. Aparat pun tak tinggal diam dan terus melakukan penertiban.
Para sopir truk pengangkut material tambang selama ini mencari celah untuk menghindari rambu larangan dan memasuki wilayah perkotaan. Aksi kucing-kucingan ini bukan sekadar pelanggaran lalu lintas biasa, melainkan sebuah ironi yang mengancam infrastruktur kota dan kenyamanan warga.
Kadishub Nganjuk,Suharono tak main-main dalam masalah ini. Dirinya geram dengan ulah para sopir truk yang terus menerus melakukan pelanggaran
“Banyak kendaraan material yang masuk ke dalam kota. Hal ini menyebabkan banyaknya infrastruktur mengalami kerusakan,” ujarnya, Rabu (11/2)
Mengapa para sopir truk ini nekat melanggar aturan, Berbagai alasan muncul, mulai dari efisiensi waktu hingga menghindari jalur alternatif yang lebih jauh dan berat. Apapun alasannya, dampaknya tetap sama: jalan rusak, anggaran terkuras, dan masyarakat yang dirugikan.
“Kita bukan sekedar memberikan sanksi atau memutar balik kendaraan. Lebih dari itu, ini adalah upaya untuk menyadarkan para pelaku usaha tambang dan logistik akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi.” Jelasnya.
Harapannya, para pengusaha ini dapat lebih bertanggung jawab dalam menjalankan bisnisnya, sehingga anggaran pemeliharaan jalan dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur lainnya.
Tentu saja, penertiban ini bukan solusi tunggal. Perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi dan logistik di Kabupaten Nganjuk.” Mungkin saja, perlu ada peninjauan ulang terhadap rute-rute yang ada, atau bahkan pembangunan infrastruktur pendukung yang lebih memadai. Yang jelas, aksi kucing-kucingan ini harus segera diakhiri, sebelum infrastruktur kota benar-benar menjadi taruhan,” pungkasnya. (*)






