Selesai Retreat, Bupati dan Wabup Gresik Langsung Tinjau Banjir Kali Lamong

oleh -2123 Dilihat
a77e7bc1 45d8 4268 8f17 95d2c55848dc scaled
Bupati dan Wakil bupati Gresik Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif saat tinjau dapur umum di Desa Kedungrukem. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif langsung turun ke lokasi banjir Kali Lamong setelah pulang dari retreat kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Tanpa menunggu lama, keduanya meninjau dapur umum yang didirikan di Desa Kedungrukem untuk membantu warga terdampak banjir Kali Lamong di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang, Minggu (2/3).

Sejak dua hari terakhir, curah hujan tinggi menyebabkan Kali Lamong kembali meluap dan merendam sejumlah desa di Gresik bagian selatan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat dengan mendirikan dapur umum di Balai Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, untuk memastikan kebutuhan sahur dan buka puasa warga terdampak tetap terpenuhi selama Ramadan.

Gus Yani dan Dokter Alif lebih dulu menggelar rapat koordinasi dengan BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Sosial, serta camat di wilayah terdampak.

Malam harinya, usai salat tarawih, keduanya langsung ke lokasi banjir untuk melihat kondisi terkini dan memastikan bantuan tersalurkan.

“Karena ini bulan suci Ramadan, kami putuskan mendirikan dapur umum agar masyarakat yang menjalankan ibadah puasa tetap bisa sahur dan berbuka dengan baik. Mudah-mudahan air cepat surut dan hujan tidak turun lagi malam ini,” kata Gus Yani kepada awak media.

Dalam rapat siang sebelumnya, Pemkab Gresik membahas langkah-langkah percepatan penanganan banjir, termasuk realisasi pembangunan kolam retarding basin atau kolam retensi. Gus Yani menegaskan, tahun ini pembebasan lahan untuk kolam retensi kedua sudah berjalan.

“Sebetulnya tahun ini sudah ada pembebasan lahan untuk kolam retarding basin kedua, sama seperti di Kecamatan Cerme. Kita lihat Balongpanggang, mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dimulai pembebasan lahan untuk percepatan kolam retensi di sepadan sungai Kali Lamong. Mudah-mudahan kalau kolam itu terealisasi, insya Allah berkurang untuk banjir di Kali Lamong ini,” ujarnya.

Pemerintah juga akan menggandeng DPRD, khususnya Badan Anggaran, untuk memastikan pendanaan proyek ini berjalan lancar. Gus Yani optimistis jika proyek ini terealisasi, risiko banjir akibat luapan Kali Lamong bisa ditekan secara signifikan.

Saat dilantik, Gus Yani menegaskan bahwa pembangunan kolam retensi di Tambak Beras, Cerme, menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan banjir Kali Lamong. Ia menyebut langkah ini sebagai tonggak sejarah dalam upaya mengatasi banjir yang selama bertahun-tahun menjadi momok bagi warga Gresik selatan.

“Ini langkah konkret pertama dalam sejarah penanganan banjir Kali Lamong. Dalam 100 hari ini, kami pastikan penanganannya semakin cepat dan terencana, dimulai dari perencanaan kolam retensi lainnya,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, dapur umum masih beroperasi untuk menyediakan makanan bagi warga terdampak. Sementara itu, Pemkab Gresik terus memantau kondisi cuaca dan ketinggian air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Sementara itu, 17 desa di empat kecamatan masih terendam banjir Kali Lamong. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik update banjir Kali Kamong per 1 Maret 2025 pukul 19.00 WIB, sebagai berikut:

A. KECAMATAN BALONGPANGGANG
1. Desa Dapet :
– 5 Rumah warga tergenang 10 centimeter (cm)
– Jalan Lingkungan tergenang 5-10 cm sepanjang 100 meter (m)
– JPD tergenang 100 m
– Fasum tergenang makam
– Sawah 25 Hektare (Ha)

2. Desa Sekarputih :
– Rumah tergenang 261 rumah, tinggi genangan 10-40 cm
– Jalan lingkungan tergenang 30-60 cm
– Sawah 25 Ha

3. Desa Wotansari :
– Rumah tergenang : 232, tinggi genangan 10-30 cm
– Jalan Lingkungan tergenang 30-60 cm, sepanjang 2.000 m
– JPD tergenang 800 m
– Sawah 40 Ha
– Fasum tergenang Makam, SDN 143 Gresik

4. Desa Banjaragung :
– Rumah tergenang 90, tinggi genangan 10-30 cm
– Jalan Lingkungan tergenang 30-50 cm, sepanjang 1.000 m
– Sawah 50 Ha

5. Desa Karangsemanding :
– Rumah tergenang 340, tinggi genangan 10-30 cm
– Jalan Lingkungan tergenang 20-40 cm, sepanjang 900 m
– Sawah : 80 Ha

6. Desa Pucung
– JPD Tergenang 10-50 cm
– Jalan Lingkungan tergenang 10-20 cm
– Rumah tergenang 150 dengan ketinggian 5-10 cm

B. KECAMATAN BENJENG
1. Desa Lundo :
– Jalan Lingkungan tergenang 20-60 cm sepanjang 1.200 m
– Rumah tergenang 190 unit

2. Desa Sedapurklagen :
– Jalan Lingkungan tergenang 20 – 40 cm, sepanjang 2000 M
– JPD tergenang 30-70 cm sepanjang 3000 M
– Rumah tergenang 300, tinggi genangan 10-30 cm
– Fasum : SDN, TK, PAUD, Masjid, PUSTU
– Sawah 70 Ha

3. Desa Deliksumber
– Jalan Lingkungan tergenang 30-70 cm, sepanjang 1.800 m
– JPD tergenang 30-90 cm sepanjang 1.200 m
– Rumah tergenang 135
– Sawah 65 Ha

4. Desa Kedungrukem
– Jalan lingkungan tergenang 20-60 cm
– JPD Tergenang 30-115 cm
– Jalan Raya Tergenang 20-60 cm

5. Desa Munggugiati
* Jalan lingkungan tergenang 30-70 cm sepanjang 2.250 m
* JPD tergenang 30-80 cm sepanjang 1.800 m

Jalan Raya Benjeng sudah tergenang 20-40 cm sepanjang 1.000 m

C. KECAMATAN MENGANTI
1. Desa Boboh :
– Jalan Raya Boboh tergenang 5-10 cm, sepanjang 50 m

2. Desa Bringkang :
– JPD tergenang 10-40 cm
*Perumahan Oma Indah :*
– 1.100 rumah di Perumahan Oma Indah Menganti tergenang 20-40 cm
– Jalan Lingkungan tergenang 30-80 cm, sepanjang 6.000 m
– Warga mengungsi di Balai RW 09 sebanyak ± 105 jiwa

*Perumahan Maharaja Residence :*
– Jalan lingkungan perumahan Maharaja tergenang 30-50 cm
– Rumah Tergenang 35

3. Desa Pranti :
– JPD tergenang 30-50 cm

*Perumahan Graha Menganti 2 :*
– Jln lingkungan tergenang 50-80 cm
– Rumah Tergenang ± 85 Rumah

3. Desa Gadingwatu :
– 40 rumah tergenang 20-30 cm
– Jalan Lingkungan tergenang 20-30 cm, sepanjang 400 m

D. KECAMATAN CERME
1. Desa Morowudi :
– Jalan Raya Morowudi tergenang ± 10-20 cm, sepanjang 400 m
– Jalan lingkungan Dusun Morowudi Wetan tergenang ± 5-15 cm, sepanjang 200 m
– Jalan lingkungan Dusun Ngebret tergenang ± 10-20 cm, sepanjang 100 m
– Rumah tergenang 45 rumah, tinggi genangan 5-10 cm
– Sawah ± 50 Ha
– Tambak ± 50 Ha

2. Desa Pandu :
– Jalan Desa tergenang 10-35 cm sepanjang 70 m
– 25 Ha tambak tergenang
– Makam Desa Pandu tergenang 120 cm

“Pendataan terus kami lakukan. Koordinasi juga terus berjalan dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penanganan banjir ini,” tandas Kepala BPBD Gresik Sukardi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.