KabarBaik.co- Menyambut satu abad Nahdlatul Ulama (1926–2026) kalender Masehi, PWNU Jawa Timur mengajak Generasi Z untuk tampil dan unjuk prestasi melalui Festival GenZI-NU. Ajang ini merupakan kompetisi yang memadukan tradisi pesantren, kemampuan bahasa, hingga kecakapan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Festival tersebut menjadi ruang ekspresi santri dan kader muda NU agar tidak hanya dikenal sebagai penjaga tradisi, tetapi juga sebagai generasi visioner yang siap menghadapi masa depan. “Kami ingin anak-anak muda NU menunjukkan prestasi dan identitasnya melalui berbagai lomba. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi bagian dari perayaan satu abad NU,” ujar Koordinator Festival GenZI-NU Prof HM Noor Harisudin, di Surabaya, Senin (12/1).
Festival GenZI-NU menghadirkan beragam lomba. Mulai dari Lalaran Alfiyah, Qiroatul Qutub (membaca kitab), Pidato Bahasa Arab dan Inggris, hingga lomba berbasis teknologi seperti AI Booth Camp Competition dan Lomba Video Pendek Reels Instagram.
PWNU Jatim menargetkan masing-masing 100 peserta untuk lomba pidato bahasa Arab dan Inggris, kompetisi AI, serta lomba video pendek. Sementara untuk Lalaran Alfiyah dan Qiroatul Qutub, panitia berharap partisipasi dari sekitar 60 pesantren.
Menurut Wakil Sekretaris PWNU Jatim tersebut, lomba-lomba berbasis tradisi pesantren menjadi upaya merawat pilar utama pendidikan NU. “Lalaran Alfiyah dan Qiroatul Qutub adalah tradisi intelektual pesantren yang harus terus dihidupkan,” tegas Guru Besar UIN KHAS Jember itu.
Di sisi lain, lomba pidato bahasa Arab dan Inggris serta kompetisi AI menjadi bukti bahwa santri NU juga unggul dalam penguasaan bahasa global dan teknologi modern. “Santri bukan hanya ahli kitab kuning, tapi juga siap bersaing di era digital. Itu keniscayaan,” tambah alumni Pesantren Kajen Pati, Rembang, dan Sukorejo Situbondo itu.
Rangkaian lomba akan diikuti peserta berusia 18–21 tahun dengan pendaftaran pada 8–25 Januari 2026 dan babak penyisihan secara daring pada 26–30 Januari 2026. Final lomba akan digelar secara luring di Kampung Coklat, Blitar, pada 6 Februari 2026.
Kompetisi AI atau AI Booth Camp Competition akan berlangsung selama tiga hari, 5–7 Februari 2026, dengan pembagian kategori Gen Z SMA, mahasiswa, serta pendidik Ma’arif, yang dikoordinasikan oleh IPNU–IPPNU.
Sementara itu, Lomba Video Pendek Reels Instagram mengajak peserta bercerita secara visual tentang sejarah, tradisi, dan kontribusi NU dalam membangun peradaban. Peserta bahkan didorong melakukan historical trip ke lokasi-lokasi bersejarah NU seperti Bubutan, Peneleh, Kebondalem, hingga Ampel. “Ini momentum bagi santri dan kader muda NU untuk merawat sejarah sekaligus menatap masa depan,” pungkas Prof Noor.
Hadiah lomba akan diumumkan dan diserahkan pada 7 Februari 2026, menutup rangkaian Festival GenZI-NU sebagai bagian dari perayaan Satu Abad Nahdlatul Ulama. (*)






