KabarBaik.co – Seorang nenek bernama Soeminah sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya. Ternyata Soeminah ditemukan berada di atap rumah di Jalan Dukuh Gemol Kali, Kelurahan Jajar Tunggal, Wiyung, Kota Surabaya, Jumat (19/12) pagi.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan kepada petugas sekitar pukul 08.29 WIB oleh Lurah Jajar Tunggal, setelah keluarga korban tidak menemukan Soeminah di dalam rumah sejak subuh. Sebelumnya, korban diketahui terakhir terlihat sekitar pukul 21.00 WIB pada Kamis malam dan diduga sedang beristirahat.
Pihak keluarga sempat melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah hingga beberapa gang sekitar, serta berkoordinasi dengan RT dan RW setempat, namun hasilnya nihil. Hingga akhirnya, pada pagi hari, keluarga mendapati Soeminah berada di atas atap rumah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Rescue Rayon 4 Wiyung dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 08.30 WIB dan tiba di tempat kejadian perkara lima menit kemudian.
Petugas segera melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan menyiapkan proses evakuasi. Mengingat posisi korban berada di ketinggian dan berisiko, evakuasi dilakukan dengan metode lowering menggunakan tandu.
Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kota Surabaya, Wasis Sutikno, mengatakan bahwa kondisi korban masih dalam keadaan sadar saat dievakuasi.
“Korban ditemukan di atap rumah dalam kondisi sadar. Proses evakuasi kami lakukan dengan hati-hati menggunakan tandu untuk memastikan keselamatan korban,” ujar Wasis Sutikno.
Ia menambahkan bahwa penanganan berlangsung cukup lama karena faktor keamanan dan kondisi korban.
“Evakuasi selesai sekitar pukul 09.41 WIB. Kami mengutamakan keselamatan korban serta petugas selama proses berlangsung,” imbuhnya.
Dalam penanganan kejadian ini, DPKP Kota Surabaya dibantu oleh Posko Terpadu Selatan, TGC Selatan, Kelurahan Jajar Tunggal, serta Kecamatan Wiyung.
Pihak DPKP mengimbau masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota lanjut usia, agar meningkatkan pengawasan dan segera melapor ke pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat atau kehilangan anggota keluarga. (*)







