KabarBaik.co – Ribuan pelajar di Surabaya antusias mengikuti Pajak Bertutur 2025, sebuah program edukasi pajak yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan sekaligus rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, tema yang diusung adalah Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju.
Di Surabaya, kegiatan dipusatkan di 14 sekolah mitra inklusi, mulai dari jenjang SMP hingga SMA atau sederajat. Tingkat SMP di antaranya SMPN 61, SMPN 22, SMPN 13, SMPN 15, SMPN 6, SMPN 1, SMPN 33, dan SMPN 19 Surabaya. Sementara di jenjang SMA/SMK, meliputi SMA Al Falah, SMAK Petra I, SMKN 4, SMA Ta’miriyah, SMA Mujahidin, dan SMKN 10 Surabaya.
Kegiatan diawali dengan sesi “Direktur Jenderal Pajak Menyapa” yang diikuti secara daring oleh seluruh peserta di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menegaskan bahwa Pajak Bertutur bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bukti nyata komitmen DJP menanamkan kesadaran pajak sejak dini.“Generasi muda sadar pajak adalah kunci Indonesia Maju,” tegas Bimo, Rabu (27/8).
Senada dengan itu, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jawa Timur I, Sugeng Pamilu Karyawan, menekankan pentingnya peran pelajar sebagai calon Generasi Emas 2045. Menurut proyeksi, 60 persen penduduk Indonesia pada tahun tersebut berada di usia produktif.
“Generasi muda harus peduli pada negeri. Melalui kesadaran pajak, mereka dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa di bidang sosial, ekonomi, maupun budaya,” ujar Sugeng.
Dalam sesi penyuluhan, para siswa diajak memahami peran vital pajak dalam kehidupan sehari-hari. Uang pajak yang dibayarkan masyarakat masuk ke Kas Negara dan digunakan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mulai dari pembangunan sekolah, layanan kesehatan, perlindungan sosial, hingga penyediaan infrastruktur publik.
“Jika kelak para siswa memiliki penghasilan atau hasil karya yang bernilai ekonomi, membayar pajak adalah salah satu wujud nyata kepedulian terhadap bangsa,” jelas salah satu penyuluh. Diskusi interaktif pun berlangsung hangat, dengan para siswa menyampaikan pandangan mereka tentang arti pajak bagi pembangunan.
Sebagai catatan, 73 persen pendapatan negara bersumber dari pajak. Artinya, hampir seluruh sendi pembangunan tidak lepas dari kontribusi masyarakat yang taat pajak.
Melalui Pajak Bertutur 2025, DJP berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli pada keberlangsungan bangsa. Dengan menanamkan kesadaran pajak sejak dini, Indonesia menapaki jalan menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.








