KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mematangkan sejumlah rencana strategis di bidang ekonomi, tata kota, serta perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pada tahun ini. Salah satu program prioritas yang kini menjadi perhatian adalah revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro yang berada di sebelah utara Alun-alun Bojonegoro.
Revitalisasi pasar tersebut diproyeksikan menjadi wajah baru Bojonegoro yang lebih inklusif, modern, sekaligus ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, menjelaskan bahwa berbagai proyek strategis tersebut merupakan langkah pemerintah kabupaten untuk menyeimbangkan estetika kota dengan kebutuhan ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, setiap perencanaan harus memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat. “Pembangunan ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga bagaimana menampung potensi ekonomi lokal tanpa mengesampingkan kenyamanan publik,” ujarnya.
Masterplan rehabilitasi Pasar Kota Bojonegoro telah rampung pada November 2025. Dalam perencanaan tersebut, Pasar Kota dicanangkan sebagai pusat multifungsi. Bangunan pasar akan dibangun menjadi gedung tiga lantai.
Selain sebagai pusat perdagangan, lantai tiga direncanakan difungsikan sebagai sarana olahraga sekaligus kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro.
Konsep ini lahir setelah melalui proses dialog dan musyawarah dengan para pedagang pasar pada Agustus 2025. Dengan desain multifungsi tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap pasar tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi ruang aktivitas positif bagi masyarakat dan atlet lokal.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK), Beni Kurniawan, menyampaikan bahwa revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro akan segera dimulai pada tahun ini. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 80 miliar dari APBD 2026.
“Anggarannya Rp 80 miliar, dan rencananya tahun ini segera mulai dikerjakan,” ujar Beni. (*)







