Sidak Pasar dan Gudang Bulog di Jombang, Sadarestuwati Pastikan Stok Beras dan Bahan Pokok Aman Jelang Lebaran

oleh -70 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 10 at 9.31.34 AM
Mbak Estu bersama Bulog saat meninjau harga bahan pokok di Pasar Pon Jombang (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang — Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati melakukan sidak ke Pasar Pon dan gudang Perum Bulog di Mojongapit, Jombang, untuk memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri tetap aman.

Politisi yang akrab disapa Mbak Estu itu meninjau langsung kondisi cadangan beras di gudang Bulog sekaligus melihat proses penyerapan gabah dari petani.

Menurut Sadarestuwati, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Mojongapit saat ini mencapai sekitar 65.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu yang cukup panjang.

“Stok di Bulog sekitar 65 ribu ton. Jumlah itu aman hingga tahun depan, apalagi nanti masih ada tambahan dari panen raya tahun ini,” ujar Mbak Estu dalam keterangannya Selasa (10/3).

Selain memantau cadangan beras, Sadarestuwati juga menyoroti rencana penyerapan gabah dari petani pada tahun 2026. Saat ini Bulog menargetkan dapat menyerap sekitar 25.000 ton gabah dari hasil panen petani.

Ia juga menepis anggapan sebagian masyarakat yang menilai kualitas beras Bulog kurang baik. Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia memastikan beras yang tersedia masih layak dikonsumsi karena berasal dari pengadaan beras lokal tahun sebelumnya.

Sadarestuwati menegaskan peran Bulog sangat penting dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasaran. Karena itu, ia berharap Bulog terus menjalankan fungsinya mulai dari menyerap gabah petani hingga menyalurkan beras ke pasar.

“Bulog harus terus menjalankan fungsi ini, mulai dari menyerap gabah petani, mengolahnya menjadi beras, hingga menyalurkannya ke pasar agar harga tetap stabil,” katanya.

Setelah meninjau gudang Bulog, Sadarestuwati melanjutkan sidak ke Pasar Pon Jombang untuk memantau harga kebutuhan pokok di tingkat pedagang.

Di pasar tersebut, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual sekitar Rp 57.000 hingga Rp 58.000 per kemasan lima kilogram, atau sekitar Rp 11.500 hingga Rp 11.600 per kilogram. Harga tersebut masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Ia juga memastikan minyak goreng merek Minyak Kita yang didistribusikan melalui Bulog dijual sesuai harga resmi.

Menurut Sadarestuwati, keberadaan beras SPHP cukup membantu pedagang maupun masyarakat karena harganya masih relatif terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Para pedagang juga senang menjual beras SPHP karena harganya masih sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat saat ini. Karena ekonomi kita memang sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Sadarestuwati berharap Bulog terus menjaga peran strategisnya dalam menstabilkan harga pangan agar tidak terjadi lonjakan harga menjelang hari raya.

“Sidak ini juga untuk memastikan kebutuhan pokok di pasar tradisional tetap tersedia. Jangan sampai menjelang hari raya harga tiba-tiba melonjak dan memberatkan masyarakat,” katanya.

Selain beras dan minyak goreng, Sadarestuwati juga mendorong Bulog agar ke depan ikut berperan dalam pengadaan dan distribusi gula.

Menurut dia, gula merupakan salah satu bahan pokok yang perlu dijaga ketersediaan serta stabilitas harganya.

“Saya berharap Bulog bisa ikut membeli dan menyalurkan gula agar harganya lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Sugeng Hardono memastikan stok beras di wilayah Jawa Timur dalam kondisi aman. Saat ini cadangan beras Bulog di Jawa Timur tercatat mencapai sekitar 999.000 ton.

“Kami memastikan stok cukup hingga tahun depan. Saat ini cadangan beras di Jawa Timur mencapai sekitar 999 ribu ton,” kata Sugeng.

Ia menambahkan, Bulog terus menjaga stabilitas harga melalui distribusi beras SPHP dan minyak goreng Minyak Kita ke pasar-pasar.

Sugeng juga menegaskan pihaknya akan menindak pedagang yang menjual komoditas tersebut di atas harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jika ditemukan pedagang menjual beras SPHP atau Minyak Kita di atas HET, kami akan mendatangi bersama Satgas Pangan untuk memberikan peringatan,” ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.