Sinergisitas Kementan-TNI Percepat Swasembada Gula Nasional di Jawa Timur

oleh -519 Dilihat
IMG 20251205 WA0026 1
Acara tanam raya tebu antara Kementan dan TNI

KabarBaik.co – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Hilirisasi Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan terus memperkuat sinergisitas lintas sektor mulai tanggal 26 November hingga 3 Desember 2025 dilakukan rangkaian koordinasi dengan jajaran TNI di Jawa Timur guna mempercepat pencapaian swasembada gula nasional.

Rangkaian koordinasi strategis digelar di Jawa Timur bersama TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, jajaran Kodam V Brawijaya, Komandan TNI teritorial di Wilayah Jawa Timur, pemerintah daerah, serta PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Kegiatan diawali dengan kunjungan kerja Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kuntoro Boga Andri, bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian Brigjen Arif Hendro Jatmiko, beserta Direktur Utama PT SGN Mahmudi ke Markas Komando Lantamal V Surabaya, Rabu (26/11).

Kunjungan ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan TNI AL untuk pengembangan tebu melalui program bongkar ratoon dan hilirisasi tebu. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh jajaran pimpinan Kodaeral V, di antaranya Laksda TNI Ali Triswanto, Brigjen TNI (Mar) Suwandi, serta jajaran perwira staf.

Dalam pertemuan tersebut, Laksda TNI Ali Triswanto menegaskan kesiapan TNI AL mendukung penuh swasembada gula. “Di Jawa Timur kami memiliki ribuan hektare lahan. Saat ini 148 hektare telah ditanami tebu dan siap dikembangkan lebih luas. Ini bagian dari dukungan kami terhadap amanat Presiden untuk swasembada pangan,” tegasnya.

Direktur Utama PT SGN Mahmudi menyampaikan bahwa konsolidasi industri gula nasional kini memasuki fase penting. “PT SGN mengelola 36 pabrik gula BUMN dan mendapat penugasan untuk mendorong bongkar ratoon secara masif hingga 100 ribu hektare. Sinergi dengan TNI sangat menentukan keberhasilan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kuntoro Boga Andri menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan hilirisasi. “Kementan, BUMN gula, dan TNI memiliki peran yang saling melengkapi. Dengan sinergi kuat, percepatan produksi dan efisiensi berbasis hilirisasi akan lebih cepat tercapai,” ujarnya.

Rangkaian koordinasi berlanjut ke Kabupaten Malang pada 27 November 2025 melalui pertemuan Direktur Hilirisasi bersama Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Kohir, serta Dandim Kabupaten Malang Letkol CZI Bayu Nugroho, di Dinas Pertanian Kabupaten Malang. Pertemuan tersebut membahas percepatan penetapan CPCL (Calon Petani dan Calon Lahan) bongkar ratoon di wilayah Malang.

Kegiatan strategis berikutnya berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, pada 2 Desember 2025, dalam agenda Sinergi Multihelix TNI AU untuk Kedaulatan Pangan dan Energi. Pada kesempatan ini juga hadir jajaran pejabat tinggi, termasuk Aster Kasau Marsda TNI Dr. Palito Sitorus dan Komisi VI DPR RI Dr. Rieke Diah Pitaloka, yang menegaskan bahwa penguatan ekosistem tebu nasional serta integrasi data kebijakan pangan energi adalah fondasi strategis bangsa. Aster Kasau juga menegaskan bahwa TNI AU telah menyiapkan 20 hektare lahan tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, dan secara nasional hingga 500 hektare lahan potensial.

“Tebu tidak hanya untuk gula, tetapi juga untuk bioetanol, biomassa, dan energi terbarukan. TNI AU juga mendukung pertanian presisi berbasis One Data melalui penyediaan citra geospasial presisi,” jelas Palito.

Pada kesempatan yang sama, Kuntoro menyampaikan bahwa program bongkar ratoon dan perluasan areal tanam tebu seluas 71 ribu hektare di Jawa Timur terus dikebut, mencakup wilayah Malang, Lumajang, Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo. “Jawa Timur adalah rumah utama petani tebu Indonesia. Semakin kuat Jatim, semakin dekat kita ke swasembada gula nasional,” tegasnya.

Direktur Strategi dan Sustainability PT SGN Dimas Eko Prasetyo menegaskan komitmen BUMN gula dalam penguatan rantai pasok. “SGN siap mempercepat produksi melalui varietas unggul, kemitraan petani, dan modernisasi pabrik,” ujarnya. Dukungan juga datang dari Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka yang menilai penguatan Satu Data menjadi fondasi keberlanjutan industri tebu nasional.

Puncak rangkaian kegiatan digelar dalam Pertemuan Konsolidasi Percepatan Program Gula Nasional di Gedung Balai Prajurit, Kodam V/Brawijaya Surabaya, pada 2 Desember 2025. Hadir dalam kegiatan ini Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Plt. Dirjen Perkebunan Kementan Dr. Abdul Roni Angkat menegaskan bahwa hilirisasi tebu merupakan pilar transformasi industri perkebunan. “Tebu harus masuk ekosistem hilir: termasuk gula, bioetanol, biomassa, hingga energi terbarukan. Inilah kunci ketahanan industri dan peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Rangkaian koordinasi Direktur Hilirisasi Bersama Tenaga Ahli Kementerian Pertanian ini di Jawa Timur ditutup dengan Pertemuan Koordinasi Direktur Hilirisasi bersama Bupati Malang, Dandim, Dinas Perkebunan Provinsi, dan Dinas Pertanian Kabupaten Malang, pada 3 Desember 2025 di Kantor Bupati Malang, guna memastikan percepatan CPCL bongkar ratoon berjalan konkret di lapangan.

Melalui sinergi Kementerian Pertanian, TNI, BUMN, DPR, akademisi, dan pemerintah daerah, percepatan swasembada gula nasional kini bergerak lebih terstruktur dari hulu hingga hilir. Pemerintah optimistis, Jawa Timur akan menjadi lokomotif utama menuju kemandirian gula Indonesia.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.