Singgung Mitos, Wali Kota Pasuruan Larang Warga Buang Popok ke Sungai

oleh -144 Dilihat
491bb81a 86b1 4a39 90e8 24950c4ccdb1
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo susuri aliran sungai. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Kota Pasuruan yang dilalui tiga sungai besar memang memiliki risiko banjir tinggi saat musim hujan. Namun, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, menyoroti satu faktor pemicu genangan yang tak kalah penting yakni kebiasaan sebagian warga membuang popok ke sungai dan gorong-gorong.

Kebiasaan buruk ini, menurut Wali Kota Pasuruan dipicu oleh mitos bahwa membuang pampers ke sungai dapat mencegah anak terkena penyakit kulit yang disebut “suleten.”

“Masih banyak masyarakat yang membuang popok balita maupun lansia ke sungai atau gorong-gorong karena percaya anak bisa suleten. Padahal itu tidak ada hubungannya sama sekali. Justru membuat saluran tersumbat dan menimbulkan genangan,” ujar Adi Wibowo.

Secara medis, suleten adalah sebutan untuk impetigo, yakni penyakit kulit yang sangat menular dan disebabkan oleh infeksi bakteri, bukan karena tidak membuang popok ke air.

Untuk mengatasi masalah kebersihan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan penyumbatan sungai, Pemkot Pasuruan intensif menjalankan kampanye sosial melalui program “Resik-Resik.”

Kegiatan ini tidak hanya menyajikan senam atau hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk menyampaikan pesan-pesan pentingnya menjaga kebersihan kepada masyarakat.

“Substansi Resik-Resik itu tentang kebersihan. Senamnya bukan sekadar gerak, tapi menyampaikan pesan agar masyarakat sadar menjaga lingkungan. Kita ini kota santri, an-nadhafatu minal iman (kebersihan adalah sebagian dari iman) harus dipraktikkan, bukan hanya diomongkan,” tegasnya.

Wali Kota Adi Wibowo mengakui bahwa kerawanan banjir Kota Pasuruan diperparah oleh posisinya yang dilalui tiga sungai besar, sehingga kota kerap menerima kiriman air dari daerah hulu, seperti Kabupaten Pasuruan dan Malang, bahkan ketika tidak terjadi hujan di wilayah kota.

“Mengatasi banjir tidak bisa dilakukan hanya oleh Kota Pasuruan, tapi harus bersama daerah sekitar, termasuk Kabupaten Pasuruan dan Malang,” jelasnya.

Selain kolaborasi antar-daerah, Pemkot juga terus mendorong upaya normalisasi sungai yang kian dangkal akibat sedimentasi. Ia menyebutkan, Pemerintah Kota tengah mendesak normalisasi Sungai Petung, yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Sungai Petung saat ini sedang dinormalisasi. Sedimentasi tinggi membuat aliran air tersumbat, sehingga normalisasi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir,” pungkas Adi Wibowo.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.