KabarBaik.co – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jatim secara resmi mengonfirmasi adanya insiden kekerasan yang melibatkan pemain dalam pertandingan Liga 4 Jawa Timur antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung. Peristiwa yang mencederai nilai sportivitas ini kini tengah masuk dalam penanganan serius otoritas disiplin sepak bola Jawa Timur.
Ketua Komdis PSSI Jatim Makin Rahmat membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan lengkap terkait kejadian tersebut. Berdasarkan bukti awal dan laporan perangkat pertandingan, ditemukan adanya tindakan kekerasan di lapangan yang melibatkan oknum pemain.
“Iya, benar. Kami sudah menerima laporan mengenai peristiwa kekerasan dalam pertandingan antara Putra Jaya Pasuruan dan Perseta 1970 Tulungagung. Saat ini kasus tersebut sudah masuk dalam agenda sidang Komdis,” ujar Makin, Selasa (5/1).
Makin menegaskan bahwa PSSI Jatim tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan di atas lapangan hijau, terutama di kompetisi resmi seperti Liga 4. la memastikan bahwa sanksi tegas akan dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terbukti bersalah sesuai dengan Kode Disiplin PSSI.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Sepak bola seharusnya menjadi ajang prestasi, bukan arena kekerasan. Kami akan menindak tegas siapapun yang terlibat, baik pemain maupun pihak lain, sesuai dengan bukti-bukti yang kami kumpulkan dari rekaman video dan laporan wasit,” tegasnya.
Hingga saat ini, Komdis PSSI Jatim masih melakukan pendalaman untuk menentukan jenis pelanggaran dan beratnya sanksi yang akan diberikan. Keputusan resmi terkait hukuman bagi para pelaku dijadwalkan akan keluar dalam waktu dekat setelah proses sidang disiplin selesai dilakukan.
Insiden ini menambah catatan kelam dalam pelaksanaan kompetisi di tingkat daerah. Diharapkan, tindakan tegas dari Komdis PSSI Jatim dapat memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. (*)






