KabarBaik.co – Duka mendalam menyelimuti rumah keluarga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Rumah di Jalan Serma Abdul Rahman No.35, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tampak ramai oleh pelayat.
Korban bernama Anang Suryono (56), seorang sopir ekspedisi menjadi salah satu korban meninggal dalam tragedi tersebut. Ia dikenal sebagai pekerja keras yang sudah lama menjalani rute Mojokerto–Bali.
Menurut Riki Putra, anak almarhum, sang ayah terakhir memberi kabar saat berada di Pelabuhan Gili Ketapang. Saat itu, Anang mengatakan bahwa dirinya sedang bersiap menyeberang menuju Bali.
“Biasanya bapak antar asbes dua kali seminggu, malam itu masih sempat kirim kabar terakhir,” ujar Riki, Kamis (3/7). Keesokan paginya, keluarga justru mendapat kabar duka dari atasan sang korban bekerja. Sang ayah dikabarkan termasuk dalam daftar korban kapal tenggelam.
“Kami langsung tidak bisa berkata-kata, hanya bisa menangis,” tambah Riki dengan suara bergetar. Jenazah Anang telah dievakuasi ke RS Negara, Bali, dan tengah diproses untuk dipulangkan.
KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan mengangkut 65 orang saat pelayaran dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali. Dari jumlah tersebut, 31 orang dinyatakan selamat, sementara empat meninggal dunia.
Pihak Basarnas masih melakukan pencarian terhadap puluhan korban lainnya yang belum ditemukan. Proses evakuasi dilakukan siang dan malam di tengah arus Selat Bali yang cukup deras.
Diduga kapal mengalami kebocoran pada bagian mesin kemudi sebelum akhirnya karam. Investigasi menyeluruh sedang dilakukan oleh otoritas pelabuhan dan pihak kepolisian. (*)






