KabarBaik.co, Jember – Lonjakan wisatawan selama libur Lebaran di Jember menjadi angin segar bagi sektor pariwisata. Namun, dua insiden kecelakaan laut yang terjadi hampir bersamaan di Pantai Paseban (Kecamatan Kencong) dan Pantai Papuma (Kecamatan Wuluhan) menjadi alarm keras. Kesiapan sarana mitigasi dinilai belum sebanding dengan antusiasme pengunjung.
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengakui bahwa integrasi kawasan wisata yang diinisiasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) khususnya di Pantai Papuma dan Watu Ulo sukses mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, ia menegaskan bahwa keselamatan nyawa tidak boleh dikorbankan demi angka statistik.
“Kami mengapresiasi kenaikan pengunjung yang berdampak pada PAD. Namun, sarana dan prasarana harus diperhitungkan kembali, terutama mitigasi risiko bagi wisatawan,” ujar Candra, Rabu (8/4).
Salah satu poin krusial yang disoroti Candra adalah perlindungan asuransi. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah tiket terintegrasi Papuma-Watu Ulo sudah mencakup premi asuransi kecelakaan atau belum.
Menurutnya, jika perlindungan asuransi belum tersedia, hal ini merupakan celah serius dalam manajemen wisata daerah.
“Karena pengunjung berhak mendapatkan rasa aman, bukan sekadar akses masuk,” katanya.
Oleh sebab itu, Candra mendorong adanya kerja sama formal dengan pihak asuransi untuk menjamin perlindungan bagi wisatawan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain aspek finansial melalui asuransi, sisi operasional di lapangan juga menjadi catatan penting. Ia menekankan bahwa keberadaan tim SAR dan petugas keselamatan yang terlatih adalah harga mati.
Beberapa poin penekanan dari Komisi B diantaranya, penjagaan tidak boleh hanya ketat saat musim libur Lebaran atau akhir pekan, tetapi harus konsisten setiap hari.
Disparbud diminta memperkuat sinergi dengan tim SAR profesional maupun relawan lokal yang lebih memahami karakteristik medan laut di Jember.
“Ke depan, sarana mitigasi kebencanaan harus ditingkatkan. Kita ingin PAD sektor wisata optimal, namun keamanan dan kenyamanan wisatawan tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (*)








