KabarBaik.co – Upaya membentengi generasi muda dari pengaruh radikalisme dan intoleransi terus digencarkan. Anggota MPR RI dari Fraksi Nasdem, Thoriq Majiddanor, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Rumah Aspirasi Jiddan, Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Gresik pada Senin (15/12).
Mengusung tema “Empat Pilar untuk Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi”, kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari kalangan pemuda dan mahasiswa. Kelompok ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan demokrasi sekaligus keutuhan bangsa di tengah tantangan zaman.
Dalam pemaparannya, Thoriq Majiddanor atau akrab disapa Jiddan, menegaskan bahwa radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman nyata, terlebih di era digital yang dipenuhi arus informasi tanpa saringan.
Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap Empat Pilar MPR RI—Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—menjadi kunci penting dalam membangun daya tahan ideologis generasi muda.
“Pemuda adalah garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa. Dengan memahami Empat Pilar, mereka memiliki fondasi kuat untuk menolak ide-ide yang dapat memecah belah bangsa, termasuk radikalisme dan intoleransi yang sering menyasar kelompok muda,” ujar Jiddan.
Ia menjelaskan, Pancasila sebagai ideologi negara mengandung nilai toleransi, keadilan, dan kemanusiaan yang relevan dalam kehidupan berbangsa. Sementara itu, semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi pengingat pentingnya menghargai perbedaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Kedua prinsip tersebut, kata dia, merupakan benteng utama dalam membentuk karakter pemuda yang moderat dan terbuka.
Selain pemahaman ideologis, peserta juga dibekali kemampuan praktis, seperti mengenali narasi radikal, bersikap kritis terhadap informasi di media sosial, serta memahami peran mahasiswa dalam memperkuat demokrasi dan inklusivitas, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Jiddan juga mendorong mahasiswa menyalurkan daya kritis mereka secara konstruktif dan sesuai koridor konstitusi. “Gerakan pemuda haruslah gerakan yang mencintai tanah air dan menguatkan NKRI. Menjaga persatuan adalah wujud tertinggi dari nasionalisme kita,” tambahnya.
Salah satu peserta, Fauzy, mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Gresik, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Materi ini sangat relevan karena kami sebagai mahasiswa sering terpapar berbagai informasi. Pemahaman mendalam tentang 4 Pilar memberikan kami dasar berpikir yang kuat untuk menolak ideologi yang memecah belah dan intoleran,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui diskusi terbuka dan sesi tanya jawab. Sejumlah mahasiswa turut berbagi pengalaman menghadapi ujaran kebencian dan isu-isu sensitif, baik di ruang digital maupun dalam pergaulan kampus.
Sosialisasi ditutup dengan pesan agar pemuda dan mahasiswa mengambil peran sebagai pelopor moderasi dan penjaga ideologi bangsa, demi masa depan Indonesia yang stabil, inklusif, dan damai.(*)








