Sosok ‘Arsitek Ajaib’ Asal Bojonegoro di Balik Promosi Adhyaksa FC ke Liga 1

oleh -242 Dilihat
EKO SETYAWAN
Eko Setyawan.

KabarBaik.co, Jakarta– Tulisan “FARMEL Pakar IPAL” terpampang mencolok di jersey biru Adhyaksa FC, klub yang baru saja mengukir sejarah emas. Untuk kali pertama, klub ini berhasil menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1, setelah secara mengejutkan membungkam klub legendaris Persipura Jayapura dalam laga play-off promosi.

Bertanding di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5) sore WIB, skor tipis 1-0 sudah cukup bagi Adhyaksa FC untuk mengunci tiket ke kasta elite.

Nama “Farmel” yang melekat pada Adhyaksa FC itu tidak lain merujuk pada PT Farmel Cahaya Mandiri. Perusahaan yang berdiri sejak 2004 ini bergerak di bidang chemical trading serta industri pengolahan air bersih dan limbah (IPAL). Berbekal teknologi lingkungan mutakhir seperti tertuang dalam laman resmiya, perusahaan ini melayani berbagai sektor industri dan perkotaan.

Namun, di balik profil korporat tersebut, ada sosok Eko Setyawan. Dia adalah pria asal Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Sebuah kampung kecil yang jaraknya lumayan jauh dari Bojonegoro Kota.

Dalam sebuah penjelasannya kepada awak media. perjalanan Eko membangun imperium sepak bolanya itu ternyata tidak dimulai dari ambisi bisnis, melainkan dari sebuah kisah sederhana seorang ayah yang ingin mendukung hobi sang anak.

Eko memang lahir dan besar di Bojonegprp. Namun,  tinggal di kawasan Karawaci, Tangerang. Saat itu, putranya yang masih berusia enam tahun berlatih sepak bola di sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB) di kawasan Ciputat. Jarak yang cukup jauh memaksa Eko harus berangkat sejak subuh, bahkan seringkali sambil menggendong anaknya yang masih terlelap menuju tempat latihan.

Setahun menjalani rutinitas melelahkan itu, muncul gagasan untuk mendirikan sekolah sepak bola di dekat rumahnya. Niat ini diwujudkan dengan mendirikan SSB di Karawaci yang bersifat non-komersial. Anak-anak yang berlatih di sana tidak dipungut biaya, bahkan mendapatkan perlengkapan latihan, pelatih berkualitas, hingga asupan susu gratis.

Baca Juga: Pertama! Garudayaksa FC, Klub Patron Prabowo Subianto Promosi ke Super League

Awalnya, akademi tersebut bernama FIFA Farmel, singkatan dari “Farmel Is Still Football Academy”. Nama “Farmel” sendiri disebut merupakan gabungan nama anak Eko, yaitu Fardan dan Amel.

Seiring waktu, para pelatih mengusulkan agar SSB tersebut bertransformasi menjadi klub resmi agar para pemain muda memiliki wadah kompetisi seperti Piala Soeratin. Eko setuju. Ia mengurus legalitas hingga akhirnya resmi menjadi anggota PSSI pada 2021 melalui Asprov PSSI Banten.

Kejutan demi kejutan pun lahir. Sebagai pendatang baru, Farmel FC mampu melesat bak meteor hingga menembus babak 16 besar putaran nasional Liga 3. Performa impresif ini menarik perhatian institusi Kejaksaan Republik Indonesia melalui Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja). Kolaborasi ini kemudian melahirkan nama Adhyaksa Farmel FC.

Berbeda dengan institusi lain yang biasanya membeli klub profesional secara instan, Kejaksaan memilih mendukung Farmel karena menghargai proses pembinaan dari akar rumput. Puncaknya, pada musim 2023/2024, Adhyaksa Farmel FC menjuarai Liga 3 Nasional dan kini resmi naik ke Liga 1 dengan nama Adhyaksa FC.

Jejak Kontroversi dan Dinamika di PSSI

Kesuksesan Eko Setyawan bukan tanpa riak. Sebagai anggota Executive Committee (Exco) PSSI di era kepemimpinan Erick Thohir, namanya sempat diterpa beberapa isu miring. Di antaranya tentang “pemain titipan” di skuad Timnas Indonesia U-16 untuk Piala AFF U-16 2024. Sorotan publik mengarah pada putranya, Fardan Ary Setyawan, yang mengikuti seleksi timnas.

Meski pengamat sepak bola Tommy Welly (Bung Towel) sempat menyinggung isu tersebut, sang pelatih Nova Arianto membantahya. Nova menegaskan seluruh pemain dipilih berdasarkan kualitas. Rekam jejak Fardan pun sebenarnya cukup mentereng. Ia disebut striker muda yang kerap menjadi top scorer di Liga TopSkor U-12, U-13, hingga menyabet predikat pemain terbaik di Indonesia Junior League U-13 tahun 2023.

Selain isu keluarga, pengaruh Eko di sepak bola nasional juga menjadi bahan diskusi. Misalnya, saat ia berhasil membawa tiga klub yang dipimpinnya lolos ke Liga 2 secara hampir bersamaan.

ADHYAKSA FARMEL FC

Menghidupkan Kembali Persibo Bojonegoro

Sebagai putra daerah, Eko dalam beberapa kesempatan mengaku tidak melupakan akarnya. Dia pun sempat mengambil alih pengelolaan klub Persibo Bojonegoro. Dalam seremoni di Pendopo Malowopati pada Oktober 2023, manajemen lama secara resmi menyerahkan kepemimpinan klub kepada Eko.

“Persibo adalah klub legendaris yang lahir pada 1949. Saya ingin klub ini kembali bangkit dan naik kasta,” tegas Eko ketika itu seperti ditulis banyak media. Langkah itupun mendapat dukungan penuh dari suporter Persibo yang mendambakan perubahan kompetitif bagi klub kebanggaan mereka. Namun, sempat moncer dan naik ke Liga 2 pada 2024, Persibo pun saat ini kembali terjun ke Liga 3 atau disebut Liga Nusantara.

Selain Persibo, Eko juga sempat disebiut-sebut menggawangi Persikota Tangerang. Bahkan, ketika itu juga muncul kontroversi saat Persikota Tangerang melawan Farmel FC di Liga 3 pada 2022, ternyata Persikota WO. Tentu saja Farmel FC diuntungkan karena mendapat tiga poin.

Namun, Eko telah membantah bahwa dirinya sebagai pemilik tiga klub tersebut. Kehadirannya dengan Persibo Bojoengoro dan Persikota Tangerang hanya kedekatan emosional. Bojoengoro tempat kelahirnnya, sementara Tangerang tempat tinggalnya. Bukan pemilik dua klub itu. Yang benar, dia memang pemilik Adhyaksa ”Farmel Pakal IPAL” FC tersebut.

Kini, dengan Adhyaksa FC yang sukses menembus Liga 1, nama Eko Setyawan berdiri sebagai salah satu figur yang mesti siap untuk terus disorot dalam dinamika sepak bola Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.