KabarBaik.co – Menjelang Tahun Ajaran 2025/2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMAN/SMKN berbasis Artificial Intelligence (AI) di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur. Peluncuran ini menandai dimulainya proses pendaftaran siswa baru untuk tingkat menengah atas di provinsi tersebut.
“Dengan diluncurkannya SPMB berbasis AI ini, kami memastikan proses penerimaan siswa berjalan objektif, akuntabel, transparan, dan berkeadilan. Sistem ini didukung oleh tim ahli dari ITS,” ungkap Khofifah, Rabu (21/5).
SPMB berbasis AI dirancang untuk mempermudah orang tua dalam mendaftarkan anak-anak mereka ke jenjang pendidikan menengah atas. Sistem ini juga dilengkapi dengan berbagai layanan pendukung, seperti nomor telepon dan WhatsApp yang tersedia 24 jam, serta help desk di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur dan UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan.
Proses SPMB ini meliputi beberapa tahapan mulai Mei hingga Juli 2025, seperti Entry dan Verifikasi Nilai Rapor: 19-31 Mei 2025, Pengambilan PIN: 2-13 Juni 2025, Verifikasi Tes Kesehatan (SMK): 2-14 Juni 2025, Latihan Pendaftaran: 9-11 Juni 2025.
Tahap Pendaftaran Jalur afirmasi, mutasi tugas orang tua, dan prestasi lomba: 16-17 Juni 2025. Jalur prestasi akademik SMA: 22-23 Juni 2025. Jalur domisili (SMA dan SMK): 26-27 Juni 2025. Jalur prestasi akademik SMK: 2-3 Juli 2025
Gubernur Khofifah mengimbau para orang tua untuk mematuhi jadwal tersebut agar tidak melewatkan tahapan penting. “Karena tahapan ini panjang, kami berharap semua pihak mencermati timeline agar proses berjalan lancar,” tambahnya.
Dengan daya tampung SMAN dan SMKN di Jawa Timur yang hanya mencapai 261.396 siswa atau 38,31 persen dari total lulusan SMP sederajat sebanyak 682.252 siswa, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan langkah strategis. Gubernur Khofifah menjelaskan, sebanyak 56.647 beasiswa disediakan untuk siswa SMA dan SMK swasta, yang terdiri dari 24.310 beasiswa penuh dan 32.337 potongan biaya pendidikan.
“Ini adalah angka terbesar di Indonesia untuk bantuan pendidikan bagi siswa di sekolah swasta,” ujar Khofifah. Langkah ini merupakan hasil dari komitmen bersama 24 cabang dinas pendidikan dan sekolah swasta di Jawa Timur.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga meresmikan Ruang Arsip dan Perpustakaan Dinas Pendidikan Jawa Timur. Menurutnya, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi juga jendela dunia, pusat ilmu pengetahuan, dan ruang inspirasi.
Sementara itu, ruang arsip yang representatif menjadi tonggak penting dalam menjaga dokumen-dokumen berharga untuk kemajuan pendidikan.
“Saya berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh insan pendidikan, menjadi sumber belajar yang tak pernah kering, serta melahirkan ide-ide cemerlang,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan berkualitas dan akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat.(*)








