KabarBaik.co– Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar mencatat keberadaan Sentra Pengolahan Gabah (SPPG) di Kota Blitar ikut memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Keberadaan SPPG dinilai mampu menyerap tenaga kerja usia produktif dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat
Kepala BPS Kota Blitar Hanung Pramusito, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 15 SPPG di wilayah Kota Blitar. Ke depan, pemerintah daerah menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 20 unit sppg.
“Di Kota Blitar itu SPPG-nya sekarang jumlahnya ada sebanyak 15 SPPG. Targetnya sebenarnya 20 SPPG,” ujar Hanung Pramusito, Jumat (5/12).
Berdasarkan data BPS, sektor SPPG melibatkan banyak tenaga kerja. Dalam satu unit SPPG, rata-rata terdapat 50 hingga 52 pekerja yang terlibat dalam aktivitas operasional.
“Setelah kami cek, satu SPPG itu mempekerjakan rata-rata di angka 50 sampai 52 orang,” jelasnya.
Selain penyediaan lapangan kerja, Hanung menyebut perputaran ekonomi di SPPG juga cukup besar. Dalam satu bulan, perputaran uang di satu SPPG diperkirakan berada pada kisaran Rp1,2 miliar, bergantung pada jumlah gabah yang diproses dan layanan yang diberikan kepada petani.
“Perputarannya itu sampai Rp1,2 miliar tergantung banyaknya yang dilayani dalam satu bulan,” tambahnya.
Menurut Hanung, banyak pekerja berusia 25 hingga 40 tahun terserap di sektor ini. Keberadaan SPPG dianggap memberikan peluang bagi pencari kerja baru di tengah terbatasnya kesempatan kerja formal.
“Saat ini 15 SPPG sudah beroperasi. Pengembangan masih terus dilakukan menuju target 20 SPPG di Kota Blitar,” pungkasnya.(*)








