Stabilitas Keuangan Sekarkijang Terjaga, Kredit dan Investor Pasar Modal Tumbuh

oleh -87 Dilihat
Stabilitas Keuangan Sekarkijang Terjaga, Kredit dan Investor Pasar Modal Tumbuh
Stabilitas Keuangan Sekarkijang Terjaga, Kredit dan Investor Pasar Modal Tumbuh

KabarBaik.co, Banyuwangi – Stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Sekarkijang yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang tetap terjaga hingga pertengahan 2026. Kondisi tersebut ditopang pertumbuhan ekonomi regional dan kinerja intermediasi keuangan yang masih tumbuh positif.

Kepala OJK Jember, Aris Budiman mengatakan, kinerja intermediasi perbankan di wilayah Sekarkijang hingga 31 Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan positif. Kredit bank umum tumbuh 0,78 persen secara tahunan menjadi Rp 62,42 triliun.

Sementara kredit BPR/S tumbuh lebih tinggi sebesar 6,83 persen menjadi Rp 2,58 triliun. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank umum tumbuh 16,58 persen menjadi Rp 55,80 triliun.

“Stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Sekarkijang tetap terjaga, didukung oleh pertumbuhan ekonomi regional yang solid serta kinerja intermediasi keuangan yang tumbuh positif,” kata Aris.

Pertumbuhan juga terlihat dari pasar modal. Hingga Mei 2026, jumlah investor berdasarkan Single Investor Identification (SID) mencapai 431.375 investor atau tumbuh 70,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sektor pembiayaan, piutang perusahaan pembiayaan meningkat 4,34 persen menjadi Rp 4,86 triliun. Tingkat Non Performing Financing (NPF) tercatat 3,71 persen atau masih di bawah ambang batas 5 persen.

Sementara pembiayaan modal ventura tumbuh 7,94 persen menjadi Rp 411 miliar. Kinerja sektor perasuransian juga menunjukkan perbaikan, terutama asuransi jiwa yang mencatat pertumbuhan premi 58,28 persen menjadi Rp 271,49 miliar hingga April 2026.

Di sisi lain, premi asuransi umum masih mengalami kontraksi 4,78 persen menjadi Rp 56,26 miliar. Nilai klaim asuransi umum juga turun 14,18 persen menjadi Rp 25,67 miliar.

Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S. Hidayat menyampaikan hingga Juni 2026, cakupan penjaminan simpanan LPS di Jawa Timur tetap di atas 90 persen dari total rekening perbankan, yaitu masing-masing mencapai 73,6 Juta rekening bank umum (99,95 persen) dan 2,3 Juta rekening BPR/BPRS (99,98 persen).

“Cakupan penjaminan tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan mandat Undang-Undang LPS (90 persen cakupan rekening) dan lebih tinggi dari Standar Internasional IADI (90 persen cakupan rekening),” kata dia.

Sementara secara khusus, cakupan penjaminan di Banyuwangi terus membaik hingga mencapai 99,98 persen cakupan rekening untuk Bank Umum dan 99,99 persen untuk BPR/BPRS.

Menurutnya perbankan di Banyuwangi semakin patuh terhadap program penjaminan LPS, hal tersebut ditunjukan dengan proporsi simpanan bank di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) terpantau menurun.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Achmad menyebut digitalisasi sistem pembayaran juga terus berkembang. Implementasi QRIS sepanjang 2026 mencatat rata-rata pertumbuhan jumlah merchant sebesar 27 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 24 persen pada 2025.

“Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya adopsi pembayaran digital oleh masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di wilayah Sekarkijang,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.