Status Vulkanik Gunung Ijen Turun ke Level Normal

oleh -1420 Dilihat
TWA Kawah Ijen, (BBKSDA Jatim).

KabarBaik.co – Status vulnanik Gunung Ijen turun ke level normal (level I), per Selasa (13/8). Sebelumnya selama hampir sebulan gunung yang berada di Bondowoso dan Banyuwangi berstatus waspada (level II).

Ketua Pos Pengamatan Gunung Apu Ijen, Ahmad Subhan mengatakan penurunan status Ijen ini tertuang dalam surat yang dikeluarkan Badan Geologi bernomor 1072.Lap/GL.03/BGV./2024.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilaksanakan pada 1-12 Agustus lalu, menunjukkan adanya penuruan aktivitas vulkanik di Gunung Ijen.

Pengamatan visual menunjukkan, air kawah berwarna hijau toska. Bualan gas di tengah danau tidak terlihat. Sementara butiran belirang merica berkurang.

“Serta tidak nampak uap putih diatas permukaan danau. Hasil pengukuran suhu air kawah di permukaan 43,4°C menggunakan termokopel, sedangkan menggunakan termogun 42,2°C,” katanya.

Lebih lanjut, pantauan terhadap asap solfatara menunjukkan warna putih tebal dengan tekanan lemah hingga sedang. Sementara bau gas belerang tercium namun tidak terlalu menyengat.

Sementara dari sisi instrumental, pada periode yang sama, terekam tujuh kali gempa hembusan, sekali tremor nonrarmonik, 60 kali gempa vulkanik dangkal, tiga kali gempa vulkanik dalam, 16 kali gempa tektonik jauh, sebelas kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0.5-6 mm, dominan 1 mm.

“Sejak tanggal 23 Juli, rentang frekuensi kegempaan mulai mengecil, dominan antara 24 Hz, ditandai oleh menurunnya kejadian atau jumlah kegempaan secara fluktuatif dan menurunnya amplitudo tremor. Setelah tanggal 13 Juli 2024, grafik RSAM menunjukkan pola menurun yang fluktuatif dan mendekati normal. Nilai variasi kecepatan seismik berada pada nilai yg positif dengan fluktuasi yg besar mengindikasikan tekanan pada tubuh gunungapi sudah berkurang,” urainya.

Berdasarkan hasil evaluasi visual dan instrumen itulah, kata dia, tingkat aktivitas Gunung Ijen diturunkan dari waspada menjadi normal.

Meski demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat disekitar Gunung Ijen dan pengunjung tidak mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah.

Badan Geologi juga melarang warga atau wisatawN menginap di Kawah Ijen dalam radius 500 meter.

Masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait juga diminta agar selalu waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya.

“Jika tercium bau gas yang menyengat dihimbau agar menggunakan masker penutup alat pernapasan,” terangnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.