Stok Beras di Lamongan Aman Jelang Ramadan

oleh -117 Dilihat
Warga Lamongan usai membeli beras saat Operasi Pasar Murah (OPM). (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemkab Lamongan memastikan stok beras aman menjelang bulan Ramadan 1445 Hijriyah.

“Menjelang Ramadan tahun ini, dipastikan stok beras di Kabupaten Lamongan aman,” tutur Kepala DKPP Lamongan Moch. Wahyudi, Selasa (5/3).

Wahyudi menjelaskan kategori aman ialah ketersediaan beras melebihi kebutuhan beras bagi masyarakat saat ini.

Terhitung pada awal Maret ketersediaan beras di Koto Soto ini ialah 64.610,13 ton, sedangkan kebutuhannya 9.871,84 ton.

Baca juga:  Program JAMULA 2024 Sasar 38 Ruas Jalan di Lamongan, Ini Daftarnya

“Jika dihitung dari ketersediaan dan kebutuhan beras maka Lamongan surplus pada bulan ini. Proyeksi data kebutuhan kami menggunakan data angka konsumsi dari data Susenas 2019, 2022 triwulan satu,” jelasnya.

Proyeksi surplus sebesar 54.738,30 ton akan dijadikan stok ketersediaan menghadapi meningkatnya permintaan beras saat bulan Ramadan tiba.

“Biasanya permintaan beras meningkat saat bulan Ramadan, karena untuk memenuhi kebutuhan zakat dan tradisi Ramadan seperti kegiatan megeng, tradisi ketupat lebaran yang masih aktif digelar di Lamongan,” kata Wahyudi.

Baca juga:  190 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran, Presiden Jokowi Imbau Masyarakat Pulang Kampung Lebih Awal

Selain itu, amannya stok saat Ramadan tiba juga didasari faktor panen raya di Kabupaten Lamongan. Mulai awal Maret 2024, panen raya sudah terjadi di beberapa kecamatan, diantaranya ialah Kecamatan Maduran, Kecamatan Laren, Kecamatan Kalitengah, Kecamatan Modo, Kecamatan Sugio. Panen tersebut hasil tanam bulan November 2023.

Sedangkan untuk harga beras hingga Maret awal masih stabil. Namun belum bisa dipastikan kembali apakah ada kenaikan atau tetap kedepannya.

Baca juga:  Pak Yes: Lamongan Siap Ciptakan Pemilu 2024 yang Nyaman

“Kenaikan harga beras terjadi mulai bulan Februari 2024, hingga saat ini stabil dan semoga terus stabil. Sekarang berada pada harga 14 ribu rupiah/kilogram,” tambah Wahyudi.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.