Stok Beras Pemerintah 5,2 Juta Ton, Mentan Pastikan Bantuan Pangan Disalurkan

oleh -143 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 12 at 13.13.51
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman. (Foto: Dani)

KabarBaik.co, Surabaya — Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan komoditas beras kepada masyarakat di berbagai daerah. Di Surabaya, penyaluran bantuan tersebut diluncurkan di Kelurahan Lidah Kulon, Rabu (12/8).

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman mengatakan, penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.

“Ini arahan Bapak Presiden. Kita bagikan untuk 33,4 juta penerima manfaat,” kata Amran saat kunjungan kerja dan peluncuran penyaluran bantuan pangan di Surabaya. Dia mengatakan, bantuan pangan beras tersebut disalurkan kepada 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Untuk Jawa Timur, jumlah penerima mencapai sekitar 5,6 juta orang.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui Perum Bulog. Setelah peluncuran di sejumlah daerah, distribusi akan terus dilakukan hingga bantuan diterima seluruh penerima manfaat. “Ini adalah hari kedua. Setelah kemarin, kita bergerak ke Jawa Timur. Nanti terus-menerus sampai habis,” ujarnya.

Untuk alokasi kali ini, setiap penerima memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Dengan demikian, total bantuan yang diterima setiap penerima mencapai 30 kilogram beras. Jika dihitung secara keseluruhan, bantuan untuk 33,4 juta penerima tersebut mencapai lebih dari 900 ribu ton beras atau mendekati 1 juta ton.

Amran menjelaskan, penyaluran bantuan pangan juga didukung kondisi cadangan beras pemerintah yang saat ini berada pada level tinggi. Stok beras pemerintah yang dikelola Bulog disebut mencapai sekitar 5,2 juta ton. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga ketersediaan beras sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat melalui produksi dalam negeri.

“Kita sudah swasembada pangan. Beras kita melimpah, sekitar 5,2 juta ton ada di Bulog,” katanya. Amran menegaskan beras yang digunakan dalam program bantuan pangan tersebut merupakan beras hasil produksi dalam negeri, bukan beras impor.

Ia mengatakan, pemerintah akan terus mempercepat penyaluran bantuan agar stok yang tersedia dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Sampai habis kita, secepat-cepatnya kita keluarkan. Karena beras kita daripada menumpuk di gudang,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Amran didampingi Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. Penyaluran di Jawa Timur menjadi bagian dari rangkaian distribusi bantuan pangan secara nasional yang sebelumnya telah dimulai di Alor, Nusa Tenggara Timur.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap bantuan pangan dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama kelompok penerima manfaat, sekaligus memastikan cadangan pangan pemerintah dapat disalurkan secara tepat dan bertahap kepada masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.