Stok Gula Aman Jelang Nataru, Bapanas Pastikan Pasokan Cukup hingga Awal 2026

oleh -259 Dilihat
IMG 20251216 WA0000
Kepastian ini diberikan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga gula selama periode akhir tahun.

KabarBaik.co – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan cenderung meningkat. Komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, hingga telur biasanya mengalami lonjakan permintaan yang kerap diikuti kenaikan harga.

Di tengah kondisi tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok gula konsumsi nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Kepastian ini diberikan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga gula selama periode akhir tahun.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menyampaikan stok gula yang tersedia saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2025, bahkan masih menyisakan surplus yang kuat pada awal 2026.

“Stok gula nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun, bahkan berpotensi menyisakan surplus signifikan pada awal 2026,” ujar Rinna, Senin(15/12).

Pernyataan tersebut disampaikan Rinna usai melakukan kunjungan kerja bersama Komisi IV DPR RI ke Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) di Pasuruan, Jawa Timur.

Rinna menjelaskan, berdasarkan proyeksi neraca pangan per 4 Desember 2025, kebutuhan gula nasional sepanjang tahun diperkirakan mencapai sekitar 2,8 juta ton, dengan konsumsi bulanan berkisar 230 ribu hingga 250 ribu ton.

Kebutuhan tersebut, kata dia, dapat dipenuhi dari stok awal atau carry over gula tahun 2024 sebesar 1,38 juta ton serta produksi gula nasional tahun 2025 yang mencapai 2,67 juta ton.

“Memasuki Desember 2025, ketersediaan gula konsumsi tercatat sebesar 1,67 juta ton. Dengan kebutuhan sekitar 237 ribu ton, stok gula diproyeksikan masih surplus hingga 1,43 juta ton dan menjadi modal awal yang kuat memasuki 2026,” jelasnya.

Ia menegaskan kondisi ini menunjukkan pasokan gula nasional berada pada level aman, dengan tren harga yang relatif stabil sehingga mampu menjaga daya beli dan kebutuhan konsumsi masyarakat.

Selain menjaga stabilitas pasokan, pemerintah juga menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada gula konsumsi atau gula kristal putih (GKP). Target tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menekankan bahwa percepatan menuju swasembada gula membutuhkan peran aktif dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Program pengembangan tebu harus menjadi prioritas nasional dan mendapat pengawalan serius. Komisi IV DPR RI mendorong kolaborasi semua pihak untuk membangun ekosistem industri gula yang efisien dan berkelanjutan,” ujar Yohan.

Ia juga menegaskan bahwa keberpihakan kepada petani merupakan fondasi utama keberhasilan swasembada gula nasional.

“Kebijakan swasembada gula harus berpihak pada petani, karena merekalah fondasi utama industri gula nasional,” katanya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.