KabarBaik.co, Surabaya – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat sejumlah capaian penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus stabilitas harga bahan pokok di masyarakat.
Di sektor pengadaan, Bulog Jawa Timur berhasil menyerap gabah kering panen (GKP) petani sebanyak 588 ribu ton, atau setara dengan sekitar 300 ribu ton beras. Angka tersebut menjadi capaian serapan tertinggi secara nasional.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengatakan capaian tersebut menyumbang sekitar 32 persen dari total serapan nasional yang saat ini mencapai 1,818 juta ton GKP atau setara 950 ribu ton beras.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian melalui para penyuluh, jajaran TNI melalui Babinsa, Polri melalui Bhabinkamtibmas, mitra penggilingan, hingga Tim Jemput Pangan (TJP) Bulog.
“Sinergi semua pihak sangat membantu percepatan penyerapan gabah dari petani di Jawa Timur,” ujar Langgeng ditemui di Surabaya, Jumat (13/3).
Ia menjelaskan, Tim Jemput Pangan Bulog di seluruh wilayah Jawa Timur siap melakukan pembelian langsung gabah kering panen milik petani di lokasi panen.
Bulog membeli GKP dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, untuk gabah yang telah dipanen dan dikemas dalam karung di pinggir jalan.
Langgeng juga mengimbau para petani yang sedang memasuki masa panen agar memanfaatkan layanan tersebut.
“Petani bisa menghubungi Tim Jemput Pangan Bulog di daerah masing-masing, atau melalui Babinsa dan penyuluh pertanian di desa. Seluruh Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah bekerja sama dengan Bulog untuk membantu proses pembelian gabah langsung dari petani,” jelasnya.
Untuk menjaga keamanan transaksi, Bulog juga mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai atau transfer langsung ke rekening petani. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keamanan transaksi sekaligus menghindari peredaran uang palsu yang kerap meningkat menjelang hari raya.
Langgeng memastikan, tim penjemput gabah Bulog tetap siaga selama masa cuti Lebaran guna memastikan proses penyerapan hasil panen petani tetap berjalan.
Selain beras, Bulog Jawa Timur juga mencatat capaian tinggi dalam pengadaan jagung pipil kering (JPK). Hingga saat ini, realisasi serapan telah mencapai 40.796 ton, atau sekitar 40 persen dari target 100 ribu ton hingga akhir tahun.
Harga pembelian jagung oleh Bulog ditetapkan sebesar Rp 6.400 per kilogram, dengan kadar air maksimal 14 persen di gudang Bulog.
Program serapan jagung ini juga mendapat dukungan dari Polda Jawa Timur melalui jajaran Polres di berbagai daerah. Bahkan, gudang milik Polri di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, turut dimanfaatkan sebagai lokasi penyimpanan jagung.
Jagung hasil serapan tersebut nantinya akan digunakan dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung, yang bertujuan menjaga stabilitas harga jagung pakan ternak. Program ini diharapkan turut membantu menjaga stabilitas harga pakan, telur, serta daging ayam di pasaran.
Di sisi lain, Bulog Jawa Timur juga memastikan stabilitas harga pangan pokok selama bulan Ramadan, khususnya untuk komoditas beras dan minyak goreng.
Langgeng mengatakan stabilitas tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, di antaranya Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Polri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Bulog.
Dalam upaya menjaga ketersediaan pangan, Bulog aktif menyalurkan beras dan minyak goreng ke pasar, termasuk melalui berbagai kegiatan pasar murah yang digelar oleh pemerintah daerah, instansi, maupun lembaga lainnya.
Sejak Januari 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan beras program SPHP sebanyak 42 ribu ton serta minyak goreng Minyakita sebanyak 9 juta liter.
Penyaluran dilakukan melalui berbagai saluran distribusi, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), jaringan TNI-Polri, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, pasar tradisional, hingga Rumah Pangan Kita (RPK).
“Stok pangan di Jawa Timur kami pastikan aman untuk menghadapi Lebaran,” kata Langgeng.
Saat ini, Bulog Jawa Timur memiliki stok beras sekitar 1 juta ton, sementara stok minyak goreng Minyakita mencapai sekitar 2,1 juta liter, yang dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Idul Fitri.






