Hanya 4 Bulan, Bulog Jember Sukses Lampaui Target Serapan Gabah Tahunan 2026

oleh -622 Dilihat
Kepala Bulog Cabang Jember, M. Ade Saputra. (Ist)
Kepala Bulog Cabang Jember, M. Ade Saputra. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Perum Bulog Kantor Cabang Jember mencatatkan prestasi gemilang di awal tahun 2026.

Belum genap satu semester, Bulog Jember melaporkan telah memenuhi target serapan gabah tahunan sebesar 100 persen hanya dalam kurun waktu empat bulan.

Hingga akhir April 2026, realisasi serapan tercatat mencapai 84.978 ton setara beras, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 84.000 ton.

Kepala Bulog Cabang Jember, M. Ade Saputra, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari evaluasi kendala pada tahun sebelumnya. Berkaca pada tahun 2025, keterbatasan mesin pengering (dryer) menjadi hambatan utama dalam mengolah gabah petani.

“Strategi utama kami adalah memperluas kerja sama dengan mitra makloon. Jika sebelumnya hanya ada tujuh mitra, tahun ini bertambah menjadi 13 mitra makloon yang terdaftar di Bulog,” ujar Ade, Kamis (30/4).

Peningkatan jumlah mitra ini secara otomatis mendongkrak kapasitas pengeringan gabah di Kabupaten Jember, sehingga mampu menampung lonjakan produksi baik saat panen raya maupun panen reguler.

Secara teknis, total Gabah Kering Panen (GKP) yang telah diserap dari petani Jember mencapai angka yang cukup fantastis dengan rincian data serapan per April 2026,
Total serapan GKP 166.135 Ton, konversi setara beras 84.978 Ton, target tahunan 84.000 Ton dan persentase capaian 101,1 persen.

Meski target tahunan sudah terpenuhi dalam waktu singkat, Ade menegaskan bahwa Bulog Jember tidak akan menutup pintu bagi para petani. Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau pasar dan melakukan penyerapan jika terjadi fluktuasi harga.

“Capaian 100 persen ini bukan berarti kami berhenti. Kami tetap akan menerima dan menyerap gabah jika terjadi penurunan harga di tingkat petani untuk menjaga stabilitas,” tegasnya.

Saat ini, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Jember terpantau cukup tinggi, yakni menyentuh angka Rp 7.000 per kilogram. Menurut Ade, tren harga yang positif ini merupakan buah sinergi antara Bulog, Pemerintah Kabupaten Jember, TNI, serta para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

“Ini adalah keberhasilan kolektif. Dukungan dari Pemkab, TNI, dan PPL sangat krusial dalam mengawal serapan gabah sehingga ketahanan pangan di Jember tetap terjaga kuat,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.