KabarBaik.co, Surabaya – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat realisasi penyerapan gabah petani telah mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan perusahaan. Hingga Sabtu (11/7), total gabah yang berhasil diserap mencapai 884.559 ton setara beras.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu A mengatakan capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan sejak awal tahun serta kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penyerapan hasil panen petani.
“Persiapan dilakukan sejak awal tahun melalui koordinasi intensif dengan dinas terkait, kesiapan Tim Jemput Pangan Bulog, dukungan anggaran pembelian Gabah Kering Panen (GKP), sinergi dengan TNI dan Polri, para penyuluh pertanian, hingga kesiapan mitra maklon untuk mengolah gabah petani,” kata Langgeng dalam keterangannya di Surabaya, Minggu (12/7).
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim, pemerintah kabupaten/kota, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), TNI melalui Babinsa, Polri melalui Bhabinkamtibmas, serta Tim Jemput Gabah BULOG yang dinilai berperan besar dalam mendukung keberhasilan penyerapan gabah di berbagai daerah.
Meski target penyerapan telah tercapai, Bulog Jatim memastikan kegiatan pembelian gabah petani tetap berlanjut. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memastikan hasil panen tetap terserap dengan baik.
“Walaupun target sudah terpenuhi, kami akan tetap menyerap gabah petani. Ini merupakan bentuk komitmen Bulog dalam menjaga harga gabah agar tetap stabil dan memberikan kepastian bagi petani,” ujar Langgeng.
Selain menyerap gabah, Bulog Jawa Timur juga memperluas penyerapan komoditas pangan lain, yakni Jagung Pipil Kering (JPK). Hingga saat ini, realisasi penyerapan jagung telah mencapai 50.727 ton atau sekitar 50,73 persen dari target yang ditetapkan.
BULOG Jatim optimistis realisasi penyerapan jagung akan terus meningkat seiring berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah. Menurut Langgeng, capaian penyerapan gabah dan jagung tersebut menjadi bagian dari upaya BULOG dalam memperkuat cadangan pangan pemerintah, menjaga stabilitas harga pangan, serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani di Jawa Timur. (*)






