KabarBaik.co, Ngajuk – Pemprov Jatim memastikan ketersediaan hewan kurban tahun ini dalam kondisi sangat aman dan berlimpah. Bahkan, dengan jumlah surplus yang sangat besar, Jatim siap menyuplai kebutuhan provinsi lain hingga membuka peluang ekspor ke Malaysia dan Arab Saudi.
“Untuk Jawa Timur ini prediksinya permintaan total sekitar 427.600 ekor. Tapi ketersediaan kita ada sapi 1.029.119 ekor, kambing 943.503 ekor, domba 444.600 ekor, dan kerbau 1.698 ekor. Jadi kita surplus besar, sapi lebih dari 600 ribu, kambing 650 ribu, domba 500 ribu,” ujar Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Aryani saat mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Peternakan Sapi Baru Desa Sukorejo Loceret Nganjuk, Sabtu (2/4)
Kondisi kesehatan hewan juga terus dijaga ketat. Meskipun prediksi penyembelihan naik sekitar 10-15%, Dinas Peternakan memastikan pengendalian penyakit seperti PMK dan LSD berjalan maksimal berkat dukungan vaksin, obat-obatan, dan disinfektan yang rutin diberikan. Lalu lintas ternak pun dipantau ketat agar tidak memunculkan kasus baru.
“Kita berharap lalu lintas ternak yang padat ini tidak memunculkan kasus baru. Yang sakit kita obati, yang sehat kita vaksin. Semuanya aman dan terkendali berkat arahan Ibu Gubernur,” tegasnya.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa potensi besar ini harus dimanfaatkan tidak hanya untuk pasar dalam negeri, tapi juga internasional. Baru-baru ini, Jatim berhasil menjalin kerja sama pengiriman domba ke Malaysia, dan kini tengah menjajaki peluang ke Arab Saudi.
“Baru kemarin saya bertemu Dubes Saudi Arabia. Beliau tertarik dengan potensi ternak kita. Saya sampaikan bahwa populasi sapi, domba, dan unggas di Jatim ini tertinggi di Indonesia, dan RPH Halal kita sudah mayoritas,” ungkap Gubernur Khofifah.
Khofifah juga memuji kualitas sapi di Nganjuk, khususnya di Kandang Sapi Baru yang memiliki kualitas prima dengan bobot di atas 1 ton. Menurutnya, ini menjadi peluang besar bagi peternak lokal untuk semakin memperluas jangkauan pasar.
“Sapi Baru Nganjuk ini sapinya besar dan sehat. Ini harus menjadi peluang baru. Tugas kita bersama membangun akses pasar, terutama di luar negeri karena potensinya sangat besar,” pungkasnya. (*)






