Study Tour Luar Kota Dilarang di Banyuwangi: Kearifan Lokal dan Keamanan Diutamakan

oleh -87 Dilihat
IMG 20240517 WA0015
Ilustrasi study tour

KabarBaik.co – Pasca insiden kecelakaan maut rombongan siswa study tour di Subang Jawa Barat, sejumlah pemerintah daerah di Indonesia mulai mengkaji kebijakaan study tour.

Para pejabat di daerah mulai beramai-ramai menerbitkan edaran yang meminta sekolah mengkaji ulang kegiatan tamasya di luar kota itu.

Sikap tegas juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Melalui Dinas Pendidikan, pemkab telah menerbitkan edaran larangan study tour luar kota. Edaran itu bahkan telah terbit sejak 2 tahun silam atau 2022 lalu.

Beberapa hal diketahui menjadi dasar mengapa dinas mengeluarkan edaran tersebut. Salah satunya adalah, mengoptimalkan destinasi wisata yang ada di dalam kota.

Selain itu, faktor keamanan untuk para rombongan guru dan murid juga menjadi alasan penting. Disisi lain, faktor pembiayaan juga termasuk hal yang krusial dalam larangan kegiatan study tour tersebut di lakukan.
“Banyuwangi tidak kurang suatu wisata apapun. Jika memang ingin melakukan study tour untuk berwisata, Kabupaten Banyuwangi banyak sekali tujuan destinasi yang layak untuk dijadikan tujuan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Suratno melalui Sekretaris Dinas Alfian.

Selain itu, Alfian mengungkapkan, alasan study tour ke luar kota juga tidak dianjurkan yakni karena berangkat karena keterpaksaan. Seperti halnya, murid yang tidak memiliki kesetaraan ekonomi seperti yang sama seperti lainnya, harus tetap mengusahakan agar tetap berangkat. Itu suatu hal yang sangat kurang baik.

“Apabila tidak berangkat takutnya ada diskriminasi antara siswa. Itu juga lebih utama yang harus dihindari. Saya berharap guru lebih mengenalkan wisata lokal dulu, potensinya juga jauh lebih besar,” tuturnya.

Alfian mengatakan, pihaknya ingin para pelajar yang ada di Banyuwangi lebih menghargai kearifan lokal. Hal tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan potensi wisata daerah yang ada.

“Jangan sampai para pelajar sibuk study tour ke luar kota, tapi tidak begitu mengetahui tentang potensi daerahnya sendiri,” tuturnya.

Menurut Alfian, kebijakan terkait study tour tersebut akan berlaku selama belum ada aturan baru yang diedarkan. Menurutnya, aturan yang ada setidaknya juga menguntungkan berbagai pihak, salah satunya para pemandu wisata yang ada di Banyuwangi.

“Kami berharap adanya program bentuk saling mendukung, agar perputaran ekonomi destinasi juga meningkat baik,” tandasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.