Sudah Ada CCTV dan Barang Bukti, Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Belum Tertangkap

oleh -190 Dilihat
POLDA METRO JAYA
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. Foto: Antara

KabarBaik.co, Jakarta – Polisi terus memburu pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Rekaman kamera pengawas (CCTV), analisis jaringan komunikasi, hingga uji laboratorium forensik kini menjadi kunci untuk mengungkap identitas para pelaku.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanudin, mengatakan hingga saat ini penyidik masih mengumpulkan fakta hukum dan belum melakukan penangkapan terhadap pihak mana pun. “Pertama, terkait apakah pelaku sudah tertangkap, sampai hari ini kami belum melakukan upaya paksa. Kami masih melakukan pengumpulan fakta hukum dari analisis CCTV dan jaringan komunikasi yang kami peroleh,” ujar Iman di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (16/3).

Polisi juga tengah melakukan uji laboratorium forensik terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Barang tersebut antara lain helm serta wadah yang diduga digunakan untuk membawa cairan kimia berbahaya yang disiramkan kepada korban.

Menurut Iman, penyidik berharap dari hasil pemeriksaan forensik dapat ditemukan sidik jari atau DNA yang menempel pada barang bukti tersebut sehingga dapat mengarah pada identitas pelaku. “Kami berharap dari uji laboratorium forensik ini bisa ditemukan sidik jari maupun DNA pelaku yang menempel pada helm tersebut,” katanya.

Dari hasil analisis sementara, polisi menilai pelaku menjalankan aksinya dengan cukup tenang dan terencana. Rekaman CCTV menunjukkan pelaku bergerak dari satu titik ke titik lain sebelum melakukan penyiraman, kemudian melarikan diri menggunakan dua sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

Polisi juga masih menelusuri nomor pelat kendaraan yang terekam kamera. Namun, proses identifikasi tidak mudah karena terdapat sekitar 260 kemungkinan nomor polisi yang harus dianalisis. “Untuk nomor polisinya masih kami dalami karena ada sekitar 260 kemungkinan dari nomor yang muncul,” ujar Iman.

Sementara itu, polisi juga memastikan foto yang beredar di media sosial dan disebut-sebut sebagai wajah pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus adalah hoaks. Iman menegaskan gambar tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). “Dapat kami pastikan foto tersebut adalah hoaks, karena itu hasil rekayasa AI,” tegasnya.

Polisi menduga penyebaran foto palsu tersebut merupakan upaya pihak tertentu untuk mengaburkan penyelidikan setelah rekaman video kejadian di lokasi mulai beredar di publik. “Kami duga ini adalah salah satu upaya jaringan pelaku untuk mengaburkan arah fakta-fakta hukum yang sedang kami kumpulkan,” kata Iman.

Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Saat itu ia tengah dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Polisi menduga aksi tersebut dilakukan oleh empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor dan hingga kini masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta motif di balik serangan tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.