KabarBaik.co, Surabaya – Di tengah padatnya perkampungan Jalan Peneleh Gang VII, Surabaya, ada sebuah situs kuno yang menjadi bukti otentik sejarah tua Kota Pahlawan: Sumur Jobong. Situs ini menjadi magnet bagi peneliti dan wisatawan yang ingin menelusuri akar Surabaya sebelum era kolonial.
Sumur yang terbuat dari teknik jobong (buis beton kuno dari terakota) ini ditemukan secara tidak sengaja pada akhir 2018 saat dilakukan penggalian proyek drainase. Berdasarkan hasil uji karbon di Australia, sumur ini diprediksi berasal dari tahun 1430-an, yang menempatkannya pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit.
Narasi dari Juru Pelihara
Agus Santoso, juru pelihara Sumur Jobong, menjelaskan bahwa penemuan ini mematahkan anggapan bahwa sejarah Surabaya hanya dimulai dari era kolonial Belanda. Menurutnya, sumur ini merupakan bagian dari pemukiman kuno yang terorganisir.
“Sumur Jobong ini adalah bukti bahwa Peneleh adalah kawasan pemukiman bangsawan atau pusat peradaban di masa Majapahit. Di dalam sumur ini juga ditemukan fragmen tulang manusia dan keramik dari Dinasti Ming, yang menunjukkan adanya interaksi perdagangan internasional kala itu,” ujar Agus Santoso saat ditemui di lokasi, Sabtu (21/2).
Upaya Pelestarian
Sebagai juru pelihara, Agus Santoso berperan penting dalam menjaga keaslian situs yang kini berada di bawah naungan pemerintah kota. Situs ini telah dipagari dan diberi penutup kaca agar pengunjung dapat melihat langsung struktur terakota asli tanpa merusaknya.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, informasi lebih lanjut mengenai cagar budaya di Surabaya dapat diakses melalui laman resmi Wisata Surabaya. Penemuan Sumur Jobong telah memperkuat posisi Peneleh sebagai Kampung Wisata Sejarah yang krusial dalam memahami silsilah masyarakat Surabaya. (*)








