Sungai Meluap, Ratusan Hektare Padi di Bojonegoro Terancam Gagal Panen

oleh -81 Dilihat
Area pesawahan di Desa Kalianyar, Kapas, Bojonegoro, tergenang air. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Luapan Kali Pacal yang bermuara dari Waduk Pacal di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, menyebabkan ratusan hektare tanaman padi di tiga kecamatan terendam banjir. Akibatnya tanaman padi yang sebagian besar telah berusia lebih dari 80 hari atau mendekati masa panen terancam puso atau gagal panen.

Tiga kecamatan yang terdampak banjir tersebut yakni Kecamatan Kapas, Balen, dan Bojonegoro. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, di Kecamatan Kapas tercatat sekitar 113,7 hektare tanaman padi tergenang air. Sementara di Kecamatan Balen, luas lahan yang terdampak mencapai 10 hektare, dan di Kecamatan Bojonegoro sekitar 5 hektare.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pemberdayaan DKPP Bojonegoro, Zainul Ma’arif, mengatakan luapan Kali Pacal terjadi pada Rabu (11/2) dan menyebabkan ratusan hektare sawah nyaris tertutup air. “Jika air tidak segera surut, ini bisa mengancam tanaman padi milik para petani. Namun, apabila genangan air surut dalam waktu kurang dari tiga hari, petani tidak perlu terlalu khawatir karena genangan kurang dari lima hari biasanya tidak merusak tanaman padi,” ujar Zainul Ma’arif, Kamis (12/2).

Pejabat yang akrab disapa Arif itu menjelaskan, hingga Kamis kondisi air di sejumlah wilayah sudah mulai berangsur surut. Meski demikian, ia berharap tidak turun hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memperparah genangan di area persawahan.

Sementara itu, Zainudin, salah seorang petani di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, mengaku terpaksa menunda masa panen karena sawahnya masih tergenang air dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter. “Terpaksa menunda panen karena genangan air masih tinggi. Semoga segera surut supaya kami bisa segera memanen padi,” ujarnya.

Namun, ia juga mengkhawatirkan jika air tidak kunjung surut dalam beberapa hari ke depan. Menurutnya, panen terpaksa tetap dilakukan meski kondisi sawah masih tergenang. “Kalau tidak segera dipanen, padi bisa busuk. Tapi kalau panen saat masih tergenang, biayanya juga jadi lebih besar karena lebih sulit,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.