Surabaya Hidupkan 14 Titik Ruang Publik Jadi Panggung Seni dan Pendulang Ekonomi

oleh -226 Dilihat
Salah satu venue panggung di Gedung Balai Pemuda Surabaya. (Sugiantoro)

KabarBaik.co, Surabaya – Pemkot Surabaya semakin serius memperkuat jati diri kota sebagai pusat kreativitas. Melalui Surat Keputusan Wali Kota Nomor 100.3.3.3/185/436.1.2/2025, Pemkot resmi menetapkan 14 titik ruang publik sebagai lokasi pertunjukan seni bagi para seniman lokal.

Kebijakan ini diambil untuk memberikan ruang ekspresi yang lebih luas sekaligus memacu perputaran ekonomi kreatif di Kota Pahlawan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Heri Purwadi, menegaskan bahwa ruang publik kini memiliki fungsi ganda.

“Ruang publik kita jadikan bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga ruang berekspresi bagi seniman. Ini menjadi wadah interaksi antara seni, masyarakat, dan pariwisata kota,” ujar Heri.

Sebaran 14 Lokasi Strategis

Adapun 14 lokasi yang kini sah menjadi panggung seni meliputi:

Pusat Kota: Taman Surya Balai Kota, Kawasan Tunjungan, Komplek Balai Pemuda, dan Eks Hi-Tech Mall.

Taman & Sejarah: Taman Bungkul, Taman Sejarah, Tugu Pahlawan, Taman Suroboyo, Taman Harmoni, dan Taman Cahaya.

Wisata Alam & Pesisir: Adventure Land Romokalisari, Kebun Raya Mangrove, THP Kenjeran, serta Kya-Kya Kembang Jepun.

Di lokasi-lokasi tersebut, warga dapat menikmati beragam suguhan mulai dari musik akustik, angklung, elektone, hingga kesenian tradisional seperti Reog dan Jaranan.

Dampak Ekonomi dan PAD

Heri menjelaskan, titik-titik seperti Jalan Tunjungan dan Balai Kota menjadi primadona bagi seniman karena lokasinya yang strategis dan terlindungi dari cuaca. Selain meningkatkan pendapatan para pengisi acara, geliat seni ini berdampak positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor parkir dan tiket masuk wisata.

“Di Taman Bungkul dan Tugu Pahlawan, penonton selalu ramai. Aktivitas ini secara langsung menggerakkan ekonomi warga sekitar dan meningkatkan kunjungan wisata,” tambahnya.

Evaluasi dan Optimalisasi ke Depan

Meski sebagian besar titik sudah berjalan rutin, Pemkot mengakui beberapa lokasi seperti Eks Hi-Tech Mall dan Kebun Raya Mangrove Gununganyar masih memerlukan pematapan konsep.

“Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan penguatan konsep agar semua ruang publik bisa dihidupkan secara merata. Targetnya, seniman punya lebih banyak pilihan panggung dan masyarakat bisa menikmati seni berkualitas di ruang terbuka,” pungkas Heri. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.