Surabaya Samator Keok! Rematch Grand Final Proliga 2026 Bhayangkara vs LavAni di Depan Mata

oleh -1608 Dilihat
BHAYANGKARA PRESISI
Skuad Jakarta Bhayangkara Presisi.

KabarBaik.co, Solo- Grand final Proliga 2026 sektor putra hampir bisa dipastikan pada satu skenario yang terasa deja vu.  Yakni, duel panas antara Jakarta LavAni Livin Transmedia melawan Jakarta Bhayangkara Presisi.

Meski babak final four masih menyisakan seri terakhir di GOR Jatidiri Semarang (16-19 April), tetapi hasilnya sangat kecil kemungkinan mempengaruhi kedua tim untuk tidak bersua di laga puncak penentuan mahkota juara, kecuali ada ”tsunami”.

Sinyal sangat kuat kepastian satu tiket grand final menjadi milik Bhayangkara Presisi itu setelah mereka menang telak atas Surabaya Samator dengan skor 3-0 (25-23, 25-21, 25-21) di GOR Sritex, Surakarta, Minggu (12/4) malam.

Dengan demikian, Bhayangkara kini mendulang 9 poin (4 main, 3 kemenangan) . Catatan ini tampaknya hampir mustahil dikejar Surabaya Samator dengan hanya 3 poin (4 main, 1 kemenangan). Sedangkan bagi Garuda Jaya, sudah dipastikan kandas sejak awal lantaran tidak pernah mendulang kemenangan.

Apakah peluang Surabaya Samator sudah tertutup? Memang belum sepenuhnya pupus 100 persen. Andaikan di dua laga seri Semarang nanti secara mengejutkan menang lawan LavAni (16 April) dan Garuda Jaya (18 April) dengan skor telak 3-0, maka Surabaya Samator juga akan meraup 9 poin.

Tapi, perlu diingat, jika skenario tersebut terjadi, mimpi Samator menuju grand final belum benar-benar aman. Pasalnya, Bhayangkara masih memiliki cadangan untuk menang mudah. Yakni, saat menghadapi Garuda Jaya (17 Aptil).

Dari segala aspek, kedalaman skuad hingga head to head, duel tersebut berpeluang besar dimenangkan skuad Bhayangkara. Jika unggul 3-0 atau 3-1, Bhayangkaran mendulang 12 poin yang sekaligus menyegel kursi grand final. Kalah pun dengan Garuda Jaya dengan skor 3-2, mereka masih mengantongi 10 poin.

Nah, kalau Bhayangkaran Presisi sampai kalah dari Garuda Jaya, maka itulah drama atau ”tsunami” Proliga 2026 terbesar untuk sektor putra,

Maka, laga pada Minggu (19/4), tak ubahnya hanya menjadi laga pemanasan jelang grand final yang akan berlasgsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, 21-26 April

Sementara itu, bagi LavAni, koleksi empat kemenangan sempurna (12 poin), membuat tim voli yang dibentuk SBY itu sudah tak terkejar oleh para pesaingnya. Dua laga seri Semarang kalah sekalipun, satu tiket grand final sudah di tangan mereka. Hanya, targetnya ingin kembali menjuarai putaran kedua final four atau tidak.

Jika skenario grand final sektor puttra LavAni vs Bhayangkara itu terwujud, maka publik bola voli nasional akan kembali disuguhi rivalitas dua raksasa yang dalam beberapa tahun terakhir mendominasi panggung voli kasta tertinggi tanah air. Sejak 2023, LavAni dan Bhayangkara hampir tak terpisahkan dalam perebutan gelar juara.

Musim lalu menjadi salah satu puncak rivalitas keduanya. Dalam grand final Proliga 2025, Bhayangkara keluar sebagai juara seusai menundukkan LavAni lewat pertarungan lima set sengit. Dua set pertama LavAni menang, ternyata dibalik dengan sempurna oleh skuad Bhayangkara (25-19, 25-23, 22-25, 22-25, dan 15-9). Tim milik Polri itupun juara!

Kini, peluang rematch di depan mata, tetapi dengan nuansa berbeda. Grand final Proliga musim ini akan menggunakan format best of three, bukan lagi satu pertandingan penentuan. Artinya, duel LavAni vs Bhayangkara berpotensi berlangsung lebih panjang, lebih intens, dan penuh strategi.

Melihat momentum dan peta kekuatan kedua tim saat ini, panggung grand final Proliga 2026 tampaknya kembali mengarah pada satu cerita besar. LavAni versus Bhayangkara, rivalitas modern yang belum menunjukkan tanda kapan mereda. Terkecuali Surabaya Samator  terbangun dari tidur panjangnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.