Tak Menyerah pada Keterbatasan, Muji Astutik Wujudkan Mimpi Haji dari Kursi Roda

oleh -141 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 05 at 5.26.45 PM
Hugeng Muhammad Masluh saat mendorong istri tercinta Muji Astutik yang sedang menderita stroke (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo– Langkah Muji Astutik, 53, menuju Tanah Suci memang tak lagi secepat dulu. Namun semangatnya justru melampaui batas fisik yang kini ia miliki.

Warga Desa Lemujut, Kecamatan Krembung, Sidoarjo itu tetap berangkat menunaikan ibadah haji meski harus menggunakan kursi roda akibat stroke yang dialaminya sejak 2021.

Di tengah suasana haru pemberangkatan jemaah di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (5/5), Muji terlihat tenang dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya. Ia menjadi bagian dari Kloter 55 jemaah haji Sidoarjo, didampingi sang suami, Hugeng Muhammad Masluh, 56, yang setia berada di sisinya.

Perjalanan menuju Baitullah bagi Muji bukanlah sesuatu yang instan. Sejak mendaftar pada 2012, ia harus menanti selama 14 tahun. Dalam kurun waktu itu, ia dan keluarga berjuang mengumpulkan biaya sedikit demi sedikit dari hasil kerja keras sehari-hari.

“Sudah lama menunggu sejak daftar. Ini memang panggilan,” ucap Muji singkat.

Cobaan datang ketika kondisi kesehatannya menurun drastis setelah terserang stroke. Meski kini perlahan mulai pulih dan bisa berjalan, langkahnya masih terbatas sehingga kursi roda menjadi penopang utama dalam beraktivitas, terutama di tengah kerumunan jemaah.

Kendati demikian, Muji tidak ingin menunda keberangkatannya. Baginya, kesempatan berhaji tahun ini adalah momen yang harus dijalani, apapun kondisinya. Ia pun menyimpan harapan besar untuk kesembuhan selama menjalankan ibadah di tanah suci.

“Alhamdulillah masih diberi kesempatan berangkat. Semoga di sana juga diberi kesehatan dan kesembuhan,” tuturnya.

Di sisi lain, Hugeng sebagai suami menunjukkan dukungan penuh. Pensiunan buruh pabrik gula itu tak hanya mendampingi, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan istrinya terpenuhi selama perjalanan. Baginya, mendampingi Muji berhaji adalah bentuk ikhtiar sekaligus pengabdian.

Kisah Muji Astutik menjadi cermin bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan tekad, kesabaran, dan dukungan keluarga, panggilan ke tanah suci tetap bisa dijawab. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.