“Tambal Ban” Bawa Berkah: OM Lorenza Hipnotis Penggemar Dangdut dengan Nuansa Jadul

oleh -1407 Dilihat
om lorenza
Foto orkes melayu yang mencuri banyak perhatian penonton (Pinterest)

KabarBaik.co- Sebagai grup musik yang terbentuk di tengah pandemi, OM Lorenza berhasil mencuri perhatian berkat semangat mereka untuk melestarikan lagu-lagu dangdut lawas. Orkes Melayu (OM) Lorenza, grup musik yang dikenal dengan gaya uniknya, tampil enerjik membawakan lagu “Tambal Ban” di atas panggung.

Dengan irama yang riang dan lirik jenaka, mereka sukses menghidupkan suasana, membuat penonton larut dalam alunan musik yang ringan namun menghibur. Tabuhan gendang, organ, dan tak ketinggalan seruling mulai mengiringi lagu wajib OM Lorenza berjudul Tambal Ban di atas panggung.

“Aku iki tukang tambal ban Uripe Sak ndalan-ndalan Golek duit, duit sing halal”. Grup musik dangdut asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini tak hanya menyanyikan lagu dangdut lawas tempo dulu yang mencuri perhatian.

Gaya berpakaian Om Lorenza pun terasa khas dan bernuansa jadul. Para personelnya mengenakan kemeja dilengkapi dasi panjang, celana cutbray, dan sepatu pantofel klasik, mengingatkan pada era musik lawas yang penuh warna. Beberapa di antaranya bahkan menambahkan aksesori seperti kacamata hitam lebar dan topi fedora, semakin memperkuat kesan retro.

Hal yang sama pun dikenakan oleh para penonton. Seakan pakaian jadul era 80-90an sudah menjadi dress code wajib saat menonton Om Lorenza. Terbentuknya Om Lorenza Murjiyanto (50), pimpinan Om Lorenza mengatakan, Om Lorenza terbentuk saat pandemi Covid-19.

Wabah ini membuat para musisi tidak bisa manggung. Mereka kemudian kumpul bareng di sebuah rumah yang kini menjadi base camp di Dukuh Ngemul RT 002, RW 001, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari.

“Karena pandemi musisi-musisi tidak dapat izin untuk manggung. Akhirnya di rumah kumpul-kumpul. Waktu itu kita main-main gitar, ketipung sendiri. Memang basic-nya anak-anak pecinta lagu jadul. Kita itu memang senang,” kata Murjiyanto mengawali kisahnya.

Pada saat kumpul dan membawakan lagu jadul, mereka juga mendokumentasikan dalam video. Dokumentasi video itu kemudian mereka upload ke media sosial Facebook.

“Di media sosial responsnya bagus sekali. Akhirnya kita dengan keadaan seperti itu (pandemi) kita dipanggil ke sana (mengisi acara). Akhirnya kita saling melengkapi untuk alatnya,” tambah dia. Lagu jadul yang paling populer dan sering dibawakan di panggung adalah Tambal Ban. Lagu ini bisa sampai tiga kali dinyanyikan setiap manggung.

“Akhirnya kita komitmen menggali lagu-lagu jadul. Tapi itu ya sebuah tantangan. Kita harus menggali lagu-lagu jadul dan tidak gampang,” ungkap dia. “Untuk sementara ini untuk bulan Februari tidak ada istirahatnya. Itu masih banyak yang tidak bisa (sampai menolak tawaran) karena kita sudah ada jadwal gitu,” ucap Murjiyanto

“Kemarin yang sampai jalani sampai Jepara. Terus sementara ini job yang sudah masuk ini Kudus, Pati. Bahkan sudah ada kontrak,” sambung dia. Murjiyanto mengungkapkan, jadwal rutin latihan dilaksanakan setiap Rabu malam. Latihan ini dilaksanakan ketika tidak ada jadwal manggung. “Untuk sementara ini latihan tiap hari Rabu malam. Dengan catatan kita free (bebas tidak ada job),” turut dia.

Dengan semangat yang tinggi dan kecintaan terhadap musik jadul, OM Lorenza berhasil menarik perhatian banyak penggemar dangdut. Mereka tidak hanya mempertahankan ciri khas musik lawas, tetapi juga menghadirkan nuansa retro yang menghidupkan kembali kenangan masa lalu.

Melalui lagu-lagu seperti “Tambal Ban”, OM Lorenza terus berkarya dan meramaikan dunia musik dangdut, membuktikan bahwa meskipun lahir di era yang berbeda, semangat untuk menghibur dan berkarya tidak pernah pudar.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Marzel Aditiansyah
Editor: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.