Tambang Emas Pani Masuki Tahap Akhir Produksi, Irigasi Heap Leach Dimulai

oleh -207 Dilihat
Proses heap leach dilakukan dengan menumpuk bijih emas yang telah dihancurkan di atas heap leach pad, kemudian dialiri larutan kimia untuk melarutkan kandungan emas dan perak.

KabarBaik.co – PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS) mengumumkan kemajuan penting dalam pengembangan Tambang Emas Pani (Pani Gold Mine/PGM). Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA) ini telah memulai proses irigasi pada fasilitas heap leach pad sejak 27 Januari 2026, menandai salah satu tahapan akhir menuju produksi emas perdana yang ditargetkan pada kuartal I 2026.

Proses heap leach dilakukan dengan menumpuk bijih emas yang telah dihancurkan di atas heap leach pad, kemudian dialiri larutan kimia untuk melarutkan kandungan emas dan perak.

Larutan kaya logam berharga (pregnant leach solution) selanjutnya dialirkan ke fasilitas ADR (Adsorption, Desorption, and Recovery) untuk melalui tahapan ekstraksi dan pemurnian hingga menghasilkan emas dan perak dalam bentuk dore bullion.

Fasilitas ADR milik PGM sendiri telah menyelesaikan tahap commissioning dan kini siap memproses larutan hasil pelindian tersebut. Dengan kesiapan fasilitas ini, jalur produksi emas perdana Tambang Emas Pani semakin mendekati realisasi.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, mengatakan bahwa dimulainya irigasi heap leach menjadi sinyal kuat bahwa target produksi emas perdana dapat dicapai sesuai rencana. “Pencapaian ini menegaskan kesiapan operasional Tambang Emas Pani untuk memulai produksi emas pada kuartal pertama tahun ini,” ujarnya, Rabu (28/1).

Lebih jauh, Boyke menambahkan bahwa proyek Tambang Emas Pani tidak hanya memiliki arti strategis bagi pertumbuhan jangka panjang Perseroan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Kontribusi tersebut antara lain melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pohuwato.

Seiring pengembangan tahap awal melalui metode heap leach, Perseroan juga mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL).

Fasilitas CIL dengan kapasitas terpasang hingga 12 juta ton bijih per tahun tersebut dipercepat dari rencana awal 2027 menjadi 2026, guna mendukung peningkatan kapasitas produksi emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Dari sisi sumber daya, Tambang Emas Pani tercatat memiliki Cadangan Bijih Emas (ore reserve) sekitar 4,8 juta ounce, yang berasal dari Perkiraan Sumber Daya Mineral (mineral resource estimate) lebih dari 7 juta ounce emas. Dengan skala tersebut, PGM menempatkan diri sebagai salah satu tambang dengan deposit emas primer terbesar di Indonesia.

Dengan optimalisasi operasi heap leach dan pengembangan fasilitas CIL, Tambang Emas Pani berpotensi memproduksi lebih dari 500.000 ounce emas per tahun pada puncak produksinya. Capaian ini akan menjadikan PGM sebagai salah satu tambang emas terbesar tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia Pasifik.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.