KabarBaik.co – Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu banjir di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Selasa malam (13/1). Sebanyak 76 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan dua rumah terendam air hingga ketinggian 60 sentimeter.
Hujan lebat mulai mengguyur kawasan Desa Ampel sejak pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB. Tingginya debit air menyebabkan Kali Clutak meluap dan menggenangi pemukiman warga di RT 02 dan RT 03, RW 25, Dusun Kepel.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa ketinggian genangan di akses jalan dan halaman rumah warga berkisar antara 40 hingga 90 sentimeter.
“Dua keluarga terdampak paling parah karena posisi pondasi rumah yang rendah, yakni keluarga Parjo dan Sumiatun. Keduanya masing-masing beranggotakan tiga jiwa,” ujar Edy, Rabu (14/1).
Selain faktor cuaca ekstrem, BPBD mengidentifikasi masalah infrastruktur sebagai pemicu utama. Tanggul di Sabuk Gunung yang jebol akibat banjir pada Januari 2025 lalu ternyata belum diperbaiki hingga saat ini.
“Tanggul yang jebol sejak tahun lalu menjadi faktor krusial. Karena belum ada perbaikan, air langsung mengalir deras ke arah pemukiman saat debit sungai meningkat,” tambah Edy.
Upaya Penanganan dan Kondisi Terkini
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember telah melakukan asesmen di lokasi dan mendistribusikan bantuan logistik berupa paket sembako dari Provinsi Jawa Timur kepada keluarga terdampak.
Hingga Rabu dini hari pukul 03.30 WIB, air masih menggenangi sebagian permukiman, namun situasi dilaporkan tetap kondusif. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena mayoritas rumah warga memiliki pondasi yang cukup tinggi. (*)









