KabarBaik.co – Kabar duka datang dari Tambak Tengah, Kelurahan Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Seorang bocah bernama Raduha Dafan Dasendry, 5 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tercebur ke sungai di depan rumahnya, Minggu (14/9) malam.
Korban, yang akrab disapa Dafan, ditemukan oleh tim BPBD Sidoarjo, dibantu relawan dan warga sekitar. Jasad Dafan langsung dievakuasi ke RSUD Sidoarjo Barat Krian untuk dilakukan visum dan penanganan medis lebih lanjut.
Kabar yang dihimpun, peristiwa ini berawal ketika Dafan bermain di tepi sungai sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Dafan meminta kakaknya yang berusia 8 tahun untuk membantu mencari kepiting kecil atau yuyu. Namun, sang kakak menolak dan menyuruh korban pulang ke rumah.
Diduga, Dafan tetap bermain di sekitar sungai sendirian setelah disuruh pulang. Kakaknya kembali ke rumah tanpa menyadari sang adik hilang. Kejadian itu baru diketahui sekitar pukul 14.00 WIB, ketika ibu korban, Oktaviani Lestari, 29 tahun, mencari keberadaan bocah mungil tersebut.
Melihat sang anak tidak ada, Oktaviani panik dan segera menghubungi suaminya. Keluarga pun meminta bantuan warga sekitar dan melapor ke pihak berwenang. Tak lama kemudian, tim BPBD, dibantu relawan dan warga, melakukan pencarian menyusuri aliran sungai, meski kondisi mulai gelap dan pencahayaan terbatas.
Setelah beberapa jam pencarian, sekitar pukul 20.30 WIB, jasad Dafan ditemukan tidak jauh dari lokasi awal dugaan tercebur. Suasana haru menyelimuti keluarga saat jenazah balita malang itu dievakuasi dan dibawa ke ambulans menuju rumah sakit.
Kapolsek Krian Kompol I Gede Putu Atma Giri, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung melakukan koordinasi dengan BPBD dan mengecek CCTV warga sekitar untuk memastikan pergerakan korban.
“Setelah menerima laporan anak hilang, kami segera cek CCTV dan terlihat korban berjalan di sekitar sungai. Tim BPBD bersama warga dan relawan langsung melakukan pencarian, dan akhirnya korban ditemukan meninggal dunia,” ujar Kompol Atma Giri.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu mengawasi anak-anak mereka, terutama di sekitar area sungai atau perairan terbuka, untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.(*)







