KabarBaik.co – Pada 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berhasil menyelesaikan pembangunan embung di sejumlah titik. Berdasarkan data Satu Data Bojonegoro, hingga 2025 lalu, jumlah embung yang tersebar di berbagai wilayah mencapai 452 titik, ditambah lima waduk yang turut menopang ketersediaan sumber daya air daerah.
Program pembangunan embung di Bojonegoro telah dirintis sejak masa kepemimpinan Bupati Suyoto yang mencanangkan target 1.000 embung. Sejak saat itu, jumlah embung terus bertambah secara konsisten dari tahun ke tahun.
Pada 2020, tercatat 404 embung, meningkat menjadi 413 pada 2021, lalu bertambah menjadi 421 titik pada 2022 dan 426 pada 2023. Memasuki 2024, jumlah embung kembali naik menjadi 433 titik yang sebagian besar berada di wilayah rawan kekeringan.
Upaya berkelanjutan ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memastikan ketersediaan air pada musim kemarau. Embung berfungsi sebagai penampung air hujan yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi sawah, kebutuhan ternak, hingga cadangan air desa. Keberadaan lima waduk juga semakin memperkuat sistem tata kelola air di Bojonegoro.
Pada 2025, Pemkab Bojonegoro kembali menuntaskan pembangunan sembilan embung baru, sehingga total embung mencapai 452 unit. Seluruh proyek telah dinyatakan rampung 100 persen secara fisik.
Kepala Bidang Air Baku Irigasi Dinas PU Sumber Daya Air Bojonegoro, Bungku Susilowati, menyampaikan bahwa embung tersebut dibangun di sejumlah lokasi strategis, antara lain Kecamatan Kasiman, Padangan, Ngasem, Sumberrejo, Kedungadem, Sugihwaras, dan Balen.
Menariknya beberapa embung mencatat volume tampungan melampaui perencanaan awal. Embung di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, mencapai volume 8.204 meter kubik, sementara embung di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, tercatat 8.718 meter kubik.
“Seluruh paket pekerjaan pembangunan embung ini telah mencapai target fisik 100 persen. Kami berharap infrastrukturnya segera memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama saat debit air sungai menurun,” ujarnya, Senin (12/1).
Sembilan embung yang selesai dibangun pada 2025 berada di Desa Ngaglik (Kasiman), Banjarejo (Padangan), Ngasem (Ngasem), Mlinjeng (Sumberrejo), Desa Duwel Paket 1 dan 2 serta Desa Kedungadem (Kedungadem), Siwalan (Sugihwaras), dan Kedungdowo (Balen). (*)








