Tekan Laka di Perlintasan Sebidang, Pemkab Nganjuk Usulkan Perbaikan ke BTP Surabaya

oleh -112 Dilihat
Wabup Trihandy didampingi Kadishub Suharono melakukan audiensi khusus di Ruang Rapat BTP Kelas I Surabaya (ist)

KabarBaik.co, Nganjuk – Pemkab Nganjuk mengambil langkah cepat merespons keluhan masyarakat terkait tingginya risiko kecelakaan dan kemacetan di sejumlah perlintasan sebidang kereta api.

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Nganjuk Suharono, melakukan audiensi khusus di Ruang Rapat Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya untuk mengajukan sejumlah usulan strategis perbaikan infrastruktur perkeretaapian di wilayah Nganjuk.

“Kami mengusulkan penerapan teknologi Concrete Level Crossing yang menggunakan bahan beton menggantikan aspal biasa. Teknologi ini terbukti lebih stabil dan tahan lama, seperti yang sudah berhasil diterapkan di Merak dan Padang,” ujar Mas Handy sapaan akrab wakil Bupati Nganjuk, Sabtu (14/2)

Concrete Level Crossing (CLC), sambung Mas Handy, adalah sebuah solusi modular beton pracetak untuk perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya.

Sistem CLC dirancang secara modular dan knock-down, memungkinkan proses instalasi dan pembongkaran dilakukan dengan cepat tanpa mengganggu operasional perjalanan kereta api.

“Ini menjawab tantangan lama seperti deformasi aspal dan kerusakan struktural yang sering terjadi akibat getaran kereta, beban kendaraan berat, dan kondisi cuaca ekstrem,” jelasnya

Pada kegiatan ini, pembahasan difokuskan pada dua titik krusial jalan nasional, yaitu JPL 90 di Baron dan JPL 103 di Bagor, yang kondisi infrastrukturnya dinilai berpotensi menjadi bahaya bagi pengguna jalan, terutama pada musim hujan.

Selain masalah teknis perlintasan, Pemkab Nganjuk juga menyoroti hambatan logistik yang terjadi di JPL 89 di Desa Waung Kecamatan Baron. Wakil Bupati meminta agar portal pembatas ketinggian di lokasi tersebut segera dicabut karena dianggap menjadi penyebab kemacetan atau bottleneck pada arus lalu lintas.

“Keberadaan portal memaksa kendaraan besar masuk ke jalan desa, yang akhirnya merusak infrastruktur lokal. Saat ini perlintasan sudah memiliki penjaga palang pintu resmi, sehingga fungsi portal pengaman tambahan sudah tidak diperlukan untuk kelancaran akses,” tambahnya.

Masalah kemacetan klasik di JPL 95 di Sukomoro juga masuk dalam agenda pembahasan. Untuk mengatasi antrean kendaraan yang bisa mencapai ratusan meter, Pemkab Nganjuk berkomitmen mengalokasikan dana tahun ini untuk melebarkan jembatan kecil yang berada di dekat rel kereta api.

“Kami siap menganggarkan dana untuk melebarkan jembatan tersebut. Tujuannya agar arus kendaraan bisa berjalan lebih lancar dan mengurangi waktu tunggu masyarakat,” ungkap Mas Handy sapaan akrab Wabup Nganjuk ini.

Di sisi layanan transportasi, Mas Handy juga menyampaikan aspirasi warga terkait kebutuhan moda transportasi massal yang terjangkau. Ia mendorong agar jangkauan Commuter Line (Kereta Api Lokal) diperluas hingga mencapai Stasiun Nganjuk.

“Banyak warga Nganjuk yang bekerja di Mojokerto dan Surabaya. Kami berharap layanan kereta lokal ditambah karena mobilitas masyarakat sangat tinggi dan membutuhkan tarif yang terjangkau,” pungkasnya.

Melalui audiensi ini, Pemkab Nganjuk berharap seluruh usulan yang diajukan dapat segera diperhatikan dan direalisasikan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran lalu lintas serta mobilitas masyarakat Nganjuk. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.