Teknik Logistik dan Informatika Telkom University Surabaya Dorong Digitalisasi Industri Bumbu Halawa Lewat Pelatihan ERP Odoo

oleh -262 Dilihat
telkom scaled
Melalui kegiatan PkM, kedua program studi tersebut memberikan pelatihan pemanfaatan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) Odoo.

KabarBaik.co – Program Studi Teknik Logistik berkolaborasi dengan Program Studi Informatika Telkom University Surabaya terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong transformasi digital industri lokal. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), kedua program studi tersebut memberikan pelatihan pemanfaatan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) Odoo kepada PT Tamaddun Inti Perkasa, produsen bumbu penyedap Halawa yang berlokasi di Kota Mojokerto.

Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi lintas disiplin dalam membantu pelaku industri meningkatkan efektivitas, kerapian, dan efisiensi proses kerja melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi. Pendampingan tidak hanya berfokus pada aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga pada pemahaman alur proses bisnis dan manajemen logistik yang sesuai dengan karakteristik industri kecil dan menengah.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Nisa Isrofi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak bagi industri agar mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan. “Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu mitra industri beralih dari pencatatan manual menuju sistem digital yang lebih tertata, transparan, dan mudah dikontrol,” ujarnya, Kamis (18/12).

Tim PkM melibatkan dosen dari dua program studi, yakni Nisa Isrofi, S.T., M.T. dan Dr. Erly Ekayanti Rosyida, S.T., M.T., CRMP dari Program Studi Teknik Logistik, serta Rizky Fenaldo Maulana, S.Kom., M.Kom. dari Program Studi Informatika. Kolaborasi ini dirancang untuk memberikan pendampingan yang komprehensif, mulai dari pengelolaan rantai pasok hingga penerapan sistem informasi berbasis ERP.

Dalam pelaksanaannya, tim dosen bersama mahasiswa memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Odoo, sebuah sistem manajemen bisnis terpadu yang mampu mengintegrasikan berbagai proses operasional perusahaan dalam satu platform. Odoo dipilih karena fleksibel, relatif mudah dipelajari, serta sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur berskala menengah seperti PT Tamaddun Inti Perkasa.

Pelatihan mengacu pada Modul Odoo 2025 dan diawali dengan pengenalan konsep dasar ERP, pentingnya integrasi data, serta peran sistem informasi dalam meningkatkan efisiensi operasional. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai perbedaan pencatatan manual dan sistem digital, terutama dari sisi kecepatan proses, akurasi data, dan ketersediaan informasi secara real time.

Materi disampaikan secara bertahap dan aplikatif, mencakup sejumlah modul utama Odoo, seperti Manufaktur, Inventaris, Pembelian, Penjualan, Akuntansi, hingga Point of Sales (POS). Pada modul Manufaktur, peserta mempraktikkan penyusunan Bill of Materials (BOM) dan Manufacturing Order sebagai dasar pengelolaan proses produksi. Sementara itu, modul Inventaris dimanfaatkan untuk memantau stok bahan baku dan barang jadi agar pencatatan persediaan lebih akurat dan tertata.

Melalui modul Pembelian dan Penjualan, peserta dilatih membuat purchase order, penawaran, hingga transaksi penjualan secara terintegrasi. Modul Akuntansi digunakan untuk pencatatan serta pengecekan pembayaran. Seluruh materi disampaikan menggunakan contoh kasus nyata dari proses bisnis PT Tamaddun Inti Perkasa sehingga mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan.

Melalui pelatihan ini, PT Tamaddun Inti Perkasa diharapkan mampu meminimalkan kesalahan pencatatan manual, mempercepat alur produksi, serta memantau pergerakan bahan baku dan produk jadi secara lebih transparan. Implementasi sistem Odoo juga memungkinkan manajemen memperoleh informasi operasional secara cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.

Selain mendorong transformasi digital industri lokal, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas, SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur melalui penerapan teknologi ERP, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui pengelolaan manufaktur dan inventaris yang lebih efisien.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.