Telan Anggaran Rp 1,8 Miliar, Jalan di Bojonegoro yang Baru Sebulan Diperbaiki Kembali Rusak

oleh -64 Dilihat
Tim monitoring melakukan pengecekan jalan rusak di Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Proyek peningkatan jalan desa di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian publik. Sebab jalan aspal yang baru sebulan rampung dikerjakan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 kini mengalami kerusakan di berbagai titik.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim monitoring dari Inspektorat Bojonegoro bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang serta pihak Kecamatan Sumberrejo turun langsung ke lokasi guna memastikan kualitas pembangunan jalan yang bersumber dari dana BKKD 2025.

Desa Ngampal diketahui menerima alokasi BKKD Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp 2 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan pengaspalan jalan sepanjang 1.180 meter dengan lebar 4 meter. Program BKKD merupakan skema bantuan keuangan dari Pemkab Bojonegoro kepada pemerintah desa untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di tingkat desa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan yang menjadi akses penghubung antar dusun itu tidak lagi mulus. Di sejumlah titik terlihat bekas tambalan, sementara kerusakan paling mencolok berada pada ruas sepanjang kurang lebih 50 meter. Aspal tampak ambles dan berlubang. Bahkan, agregat batu di bawah lapisan aspal terlihat muncul ke permukaan.

Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Termasuk mobilitas pertanian dan distribusi hasil panen. Dalam pemeriksaan tersebut, tim melakukan penggalian secara acak di beberapa titik proyek.

Dari hasil pengecekan awal, ditemukan bahwa kualitas aspal diduga kurang baik. Ketebalan aspal juga dinilai tidak sesuai standar, yakni hanya sekitar 4–5 sentimeter dari ketentuan yang telah ditetapkan. Meski demikian, hingga saat ini petugas belum menyampaikan secara rinci hasil akhir monitoring maupun temuan lengkap di lapangan.

Kepala Desa Ngampal, Budiyanto, yang turut mendampingi proses monitoring, mengungkapkan bahwa berdasarkan rekomendasi sementara dari tim Inspektorat dan dinas teknis, ruas jalan yang rusak harus diperbaiki secara menyeluruh. “Untuk jalan yang rusak, sesuai arahan tim inspektorat harus dilakukan pengerukan dan pembongkaran secara total, kemudian diperbaiki kembali,” ujar Budiyanto, Jumat (27/2).

Ia menyebutkan, nilai pekerjaan proyek pembangunan infrastruktur jalan tersebut sekitar Rp 1,8 miliar. Dengan anggaran tersebut, ia menduga kerusakan terjadi akibat kualitas bahan pondasi jalan yang kurang baik. “Penyebabnya karena kualitas bahan pondasinya kurang bagus,” katanya.

Atas temuan itu, Budiyanto menegaskan bahwa pihak pelaksana kegiatan atau kontraktor telah berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan sesuai rekomendasi tim monitoring. “Pihak kontraktor juga menyanggupi untuk segera melakukan perbaikan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.